RSS

Monthly Archives: October 2013

Teori Quantum dan “Barang yang jelek”. Apa Hubungannya?

Seperti yang telah saya tulis di postingan sebelumnya tentang Teori Quantum, tentang partikel-partikel terkecil yang menghuni hampa udara. Partikel itu ternyata berikatan dengan pemiliknya, melekat melalui sela-sela pori, dan kemudian masuk ke dalam tubuh. Karena saking kecilnya, kita tidak akan merasakannya. Tapi dalam jangka waktu lama dan makin banyak masuk ke tubuh, efeknya baru akan terasa.

Masih di tempat yang sama, di dalam mobil yang berjalan dan waktu yang juga terus berjalan, Kang Wi dan Mbak Me (teman senior satu kampus) saling bertukar cerita tentang pekerjaannya. Namun percakapan mengalir dan menyinggung soal “keuangan” di tempat kerjanya, berikut kurang lebih percakapannya.
Mbak Me : “Kalo udah akhir tahun gitu, banyak banget disuruh tanda tangan terus dapat uang. Keterangannya Biaya Jalan lah, apa lah. Heran. Banyak banget.”
Kang Wi : “Ahh sama, di kantorku juga gitu.”
Mbak Me : “Nah kalo kata temenku, yang beda keyakinan sama aku, kan uangnya ga masuk perut, ga dibuat beli makan, jadi ya gapapa terima aja. Buat beli tas, beli baju. Hahaha. Iya ga Wi?”
Kang Wi : “Mmhh.. Belum pernah dengar Teori Quantum sih.. Jadi Teori Quantum materi itu menyebutkan, bagian paling kecil dari atom…
Mbak Me : “Oh, proton, neutron, electron ya?”
Kang Wi : “Bukan, ada yang paling kecil yang menghuni hampa udara, kalo ga salah namanya Quack. Nah partikel itu kecil sekali. Berikatan dengan pemiliknya, apa yang menempel dengannya.

Kang Wi pun menjelaskan dengan memberi contoh.
“Ada yang pernah dengar cerita tentang The Miracle of Water? Ada 2 gelas air, udah dilihat susunan partikelnya. Gelas yang A, dikasih ucapan yang baik-baik, halus, yang positif. Gelas yang B, dikata-katai, dikasih ucapan yang buruk, jahat. Kemudian diteliti sususan partikelnya. Nah gelas yang dikasih ucapan baik-baik tadi, struktur partikelnya jadi semakin bagus. Sedangkan gelas yang dikasih ucapan buruk jadi ngeri partikelnya. Nah di sini juga kenapa dianjurkan berdoa sebelum makan. Nah ya karna itu tadi. Hasilnya jadi positif, yang masuk ke perut pun jadi baik.
Sekarang kalo kita beli baju, tas, sepatu yang kita beli dengan “uang jelek”. Partikel-partikelnya jelek, terus nempel di tubuh kita. Ga mau kan?”

Mbak Me : “Wihh, ngeri ya!”
Kang Wi : “Aku dulu pernah gitu, karna aku ga ikut jalan survey, aku dikasih ganti uang sama bos. Ya aku tanda tangan aja tapi uangnya aku balikin. Hahaha. Dicuekin ama bos, berapa lama ya, mmhh, 6 bulan kayaknya. Aku sih cuek aja. Toh akhirnya ya baik lagi.”

Seisi mobil terdiam sejenak…

 
 

Kuliah Teori Quantum di Suatu Siang yang Lapar

Sebelum saya bercerita, mungkin lebih baik mecari tahu tentang aoa itu Teori Quantum. Beberapa yang saya temukan adalah ini, Quantum 1. Kalau sudah, kasih tau, biar aku lanjutkan ceritanya… 🙂

Dari hasil penjelasan Kang Wi -akan diceritakan di postingan berikutnya- (yang juga dibenarkan dari sumber referensi di atas), dari teori quantum tersebut tentang materi, bahwa penyusun zat terkecil bukan lagi atom yang terdiri dari proton, eletron dan neutron, tetapi masih ada lagi zarrah penyusun terkecilnya yang disebut quark. Partikel elementer ini memiliki 6 jenis (referensi lebih lanjut bisa dibaca di Sekilas tentang Quark). Jadi, benda padat ini tersusun dari Quark, yang membedakan adalah frekuensi getaran yang dihasilkan oleh partikel zat. Itulah mengapa susunan, bentuk dan kepadatan dari tiap benda berbeda-beda.

Seingat saya tentang penjelasan Kang Wi dan beberapa referensi mengatakan seperti itu. Kalau ada yang mau menambahkan, dengan senang hati 🙂

 
 

Apa Kabar Media TV Indonesia?

Akhir-akhir ini, TV di kamar seringnya diam, kasian. Aku males nonton TV. Isinya gitu-gitu aja.

Nonton TV ini, isinya debat atau apapun lah yang mengkritik habis pemerintahan, kegagalan-kegagalan, dan hal-hal yang membuat nasionalisme turun dan berdampak negatif bagi pikiran.

Nonton TV itu, isinya berita yang itu-itu saja, ya, itu-itu saja. Oh halooo.. itu kan berita sejak satu minggu yang lalu, masih dibahas dan dibahas lagi. Jadi ketika saya tahu satu berita besar, rasanya malas menonton TV selama seminggu berikutnya. Udah bisa ditebak seminggu ini apa aja yang akan dibahas 😀

Nonton TV yang lain, isinya FTV, yang lain isinya sinetron.

Menjelang Pemilu 2014, huwooo, luar biasa euy. Muatan politiknya semakin kentara, CaPres harus punya media TV sekarang, biar bisa kampanye. Terselubung atau tidak 😀 Contohnya dapat dilihat di sini tentang RCTI 1, atau tentang RCTI 2. Asal jangan seperti kasus ini tentang TVone atau yang ini tentang MetroTV :). Keinginan hati untuk mematikan TV semakin kuat.

Tak masalah apa yang akan ditonton, semua kembali ke pilihan individu, tergantung kesenangan. Tapi saya lebih senang tidak menontonnya, kecuali sesekali tentu saja. seperti siaran tentang Jepang, tentang Indonesia, Religi, wawasan kesehatan, dan acara motivasi. Dan tentu saja, pertandingan sepakbola Indonesia. Akhir-akhir ini pertandingannya luar biasa ya? Salut untuk Tim Nasional Indonesia.

Salam super 🙂

 
 

Always be daddy’s little girl

Hiih. Gemes. Hahaha. Awalnya penasaran gimana rasanya merayakan Hari Raya jauh dari rumah, jauh dari keluarga 😀 Sekarang udah tau, jadi ga penasaran lagi. Sepi euy.. Padahal kalo di rumah yaa tidur aja kerjaannya kalo pulang, useless malah.

Pagi ini ayah telepon. Kupikir ibu yang telepon pake nomernya ayah, barangkali ibu lupa isi pulsa. Hehee. Eh ternyata beneran ayah. Tau dari mana? Karena yg ngejawab pas aku telepon balik ya ayah sendiri. *yaiyalah, kan itu hp ayah*
Dengan suara yg dibuat-buat seperti orang tua renta, ayah mengucap salam. Kujawab salam dari ayah. Dan berikut percakapan aku dengan ayah.
Ayah : “yaopo kabare nduk? Waras ta?”
Aku : “Waras yah”
Ayah : “Tangan e sing keseleo wingi wes gapopo ta?”
Aku : “Wis yah”
Ayah : “Lapo, dipijetno?”
Aku : “Iyo yah”
Ayah : “Ohh yo wis lek ngunu. Yaopo, duitmu sik ono ta?”
Aku : *ketawa ngakak*
Ini nih yang bikin aku semakin yakin kalo yang telepon adalah ayahku sendiri. Hahaha. Pertanyaannya. -_- . Selalu ayah bertanya seperti itu. Dan selalu kujawab dengan seperti ini,
Aku : “Hahaha. Entek yah. Ngerti ae lek duitku entek.”
Ayah : “Kari piro?”
Aku : “200 ribu yah”
Ayah : “Kanggo sampe kapan?”
Aku : “Yo sampe akhir bulan lah.”
Ayah : *giliran ayah yang ketawa * “Emang e iso?”
Aku : “Yo kudu iso. Hahaha. Wis yah, ojo dikirimi, engko nggarai aku seneng. hahaha”
Ayah : “Iyo, keenaken. Sopo sing arep ngirimi. Lah, duit beasiswamu kapan cair?”
Aku : “Akhir bulan”
Ayah : “Masya Allah. Cek borose. Lah terus lek bayaranmu UMR piye nduk?”
Aku : “Lah yah, kan gaji menyesuaikan pengeluaran”
Ayah : “Ancene arek kok. Lah terus piye kuliah e?”
Aku : “Tambah mbeler yah. Hehehe”
Ayah : “Tugas e digarap ga?”
Aku : “Yo digarap lah yah *njawab sambil mringis, hihihi*
“Ibu nandi yah?” *mencoba mengalihkan pembicaraan*
Ayah : “Iku, telpon mbahmu.”
Aku: “Ohh”
Kemudian ibu bergabung di telepon. Kalo telepon selalu di loudspeaker, jadi mau ngomong apa, serumah yang isinya ayah ibu dan adik, pasti denger. Hihihi.
Dan percakapan dilanjutkan membahas kabar nenek yang semakin membaik setelah patah tulang. Dan aku bercerita kalo Mas Fafan ternyata kecelakaan *anaknya Pakdeku*, cuma dirahasiakan dari nenek, biar nenek ga kuatir. Besok Mas Fafan operasi, semoga lancar dan sehat kembali. Kata Budhe Endang *kakaknya budheku, yang istrinya pakdeku, bukan pakde orang lain* sih, patah tulang. Dan cerita kalo pagi ini aku sholat Ied sama Budhe Endang, yang kebetulan lagi di Bandung, menengok Shaolin kecilnya *cucunya*.

Ahh ayah. Aku kangenlah sama ayahku. Sama ibuku juga. Sama adik enggak. Soalnya adikku nakal. Hehe. Sama adik juga lah pastinya. Waktu terakhir pulang, aku iseng buka dompet ayah isinya apa aja –dan uang yang di dompet ada berapa, hehe-, pas di bagian foto, ternyata di samping memasang foto pernikahan, ada foto waktu aku kecil yang lagi di pangkuan ayah. Foto yang sengaja digunting dan dipaskan supaya muat dipajang di dompet.
Ahh ayah… Always hope that I’m always be daddy’s little girl 🙂
Wanna make you proud of me. Oh yes, you have to be proud of me, my dear mom, dad, lil bro, granny, and all my family 🙂

Ya Allah, cuma itu tujuan hidup hamba setelah selalu berada dalam iman, islam dan ihsan, yaitu membahagiakan orangtua. Permudahlah keinginan hamba ya Allah. Aamiin.

 
Leave a comment

Posted by on October 15, 2013 in catatan - catatan, cerita pendek

 

Ada yang Kurang Saat Aku Tak Pulang

Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar | Laailahaillallahu allahu akbar | Allahu akbar wa lillahil hamd.

Yup, benar sekali. Malam ini adalah malam takbiran. Malam takbiran pertama jauh dari rumah, jauh dari yang tersayang. Memang sengaja Idul Adha ini ga pulang. Pengen merasakan sesekali gimana rasanya. Toh sekarang juga udah ada adik (saudara satu kakek buyut) yang kamarnya persis di samping kamarku. Jadi ga seberapa merasa sepi sendiri. Selain pengen tahu gimana rasanya, banyak juga tugas yang belum selesai. Alasan ini yang kukatakan kepada ibu dan ayah kenapa bersikeras nggak pulang (sedikit menyesal, karena toh selama di Bandung tidak ada perubahan signifikan pada kemajuan tugas kuliah, tapi Alhamdulillah ada kemajuan untuk tugas yang lain).

Sebenernya udah ga kuat aja, pengen pulang dari bulan kemarin. Tapi bulan kemarin Ibu yang ke Bandung, jadi sedikit terobati. Tapi malam ini, jreng jreng jreng, ketika mendengar suara takbir keras berkumandang setelah sholat Maghrib, sadarlah hamba, hamba ingin pulang Ya Allah. Ada rasa haru yang menyusup diam-diam, yang selama ini kutahan. Serasa ada yang kurang. Hamba ingin pulang. Hamba ingin berjumpa dan berkumpul dengan ayah, ibu dan adik di rumah. Dan keinginan tersebut tiba-tiba saja kukatakan dengan menangis ke adik kalau aku ingin pulang, si adik pun demikian. Hahaha. Jadilah kami menangis sesenggukan di kamar.

Untuk mengobati rasa kangen, kami keluar kamar, menuju salah satu sumber suara takbiran yang dikumandangkan barudak letik (anak-anak kecil) di Musholla terdekat. Dan kami pun bertemu dengan banyak kambing dan 4 ekor sapi di sana. Untunglah, meskipun tak lama kemudian kembali ke kosan, pikiran dan hati kami damai. Mungkin juga karena suara takbir yang membesarkan hati kami 🙂

Ahh. Umur udah 24, nyatanya masih belum bisa pisah lama dari rumah, dari orang-orang yang kusayang. Padahal hampir tiap hari juga telpon-telponan. Salut juga untuk temen-temen kuliah yang juga ga pulang tiap Idul Adha 🙂 Sungguh wow sekali!

Selamat Idul Adha, saudara-saudaraku! Salam sayang dari jauh untuk kalian dan keluarga.

Yang memilih untuk tidak pulang,

Dan tetap tinggal di Bandung yang hangat karena suara takbir dan rindu rumah yang amat sangat.

11.31. 14-10-13.

p.s. Kalau ibu tau aku belum tidur, beliau pasti menyuruhku untuk tidur , soalnya aku susah bangun pagi. Trus mandinya lelet. Bakal heboh pastinya. Hehehe. Miss you, mom.

 
Leave a comment

Posted by on October 14, 2013 in catatan - catatan, curhat ringan

 
 
The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Some Good Eats

Eat and don't worry about it

Anggriani

Bacalah! Tulislah !

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Catatan Bang Akrie

Simplicity.Humble.Joyfull