RSS

Ikutan NGADUide #24

11 Oct

Hari ini ada acara NGADUide yang ke 24, plus perayaan ulang tahun acara ini yang ke 2. Dan bintang tamunya yang bikin saya menarik, ada Ayah Pidi dan Om Farhan. Uaahh.. Kepala saya pening sekali mendengar jawaban dari 2 narasumber ini. Jawaban yang Ayah Pidi dan Om lontarkan, benar-benar saling mengimbangi. Ketika yang satu ngomong iya, yang satu ngomong tidak. Beliau juga mengungkapkan alasan yang berbeda-beda. Semuanya benar. Jawaban dari salah satu bisa membuatku menyimpulkan cukup cepat untuk bilang iya, benar. Yang satunya harus merenung untuk akhirnya pun membuatku bilang, ahh iya juga ya.

Lagi-lagi aku beranikan bertanya kepada Ayah dan Om Farhan juga. Waktu tanya pun saya masih bergetar karena gugup dan terlalu bersemangat, terdengar dari suara saya. Sebenernya inti dari ketiga pertanyaanku adalah aku sedang galau, harus menyelesaikan (ngakunya skripsi padahal) tesis dan marah kepada diri sendiri atas kegagalan di masa lalu.

Kalau ayah bilang, “galau itu perlu kalau kau ingin menambah masalah. Hihii. Buat apa kita  pusing-pusing mikirin orang lain kalo orang itu di sana santai aja ga mikirin kita. Santai aja. Yang sabar.”

Soal tesis, kata ayah, “keinginanmu untuk keren lah yang bikin semua itu jadi ribet. Kerjakan saja intinya. Masalah bagus atau engga itu kan dirimu sendiri yang tahu”

Kalau Om Farhan bilang tentang tesis, “selesaikan apa yang sudah kamu mulai. “ *siap om, laksanakan*.

Kalau Om Farhan bilang soal kemarahan atas rencana yang ga sesuai harapan, “Kita harus punya banyak rencana. Rencana A, rencana B, rencana C, sampai rencana terburuk sekalipun. Kalau kita nyari sponsor, kalo ga dapet, kita cari yang lain. Kalo ga dapet lagi, cari lagi. Kalo ga dapet lagi, mungkin kita harus nyari tahun depan siapa tahu dapat lebih baik.”

Di penggalan percakapan yang lain tentang kemarahan, Ayah Pidi bilang “aku punya gitar, aku punya komputer, aku punya semuanya di rumah, ketika aku marah, aku mengambil gitar, aku buat lagu. Aku tulis-tulis. Apa saja yang bisa menyalurkan kemarahanku. Kau mungkin sedih ketika patah hati, tapi dengan patah hati kau jadi bisa bikin puisi.”

Sudah jelaslah, kalau beliau-beliau ini banyak sekali pengalaman yang buat mereka jatuh bangun dan bisa stabil berdiri seperti sekarang ini. Bagi saya yang masih muda, bodoh, dan belum banyak pengalaman, mudah saja beliau mengatakannya tapi kan susah kalo ada di posisi sulit tersebut. Tapi buktinya, mereka bisa melaluinya dan semuanya baik-baik saja. Berarti aku juga bisa kan? Ya kan? *anak kecil ngeles mulu ya * 😀

Ketika berangkat muka saya kusut, hati saya berantakan dan sedih, langkah saya berat, pikiran dikejar-kejar deadline proposal tesis dan tugas yang lain, tapi semalam saya bisa kembali tidur dengan tersenyum. Alhamdulillah, pagi ini pun sedih saya hilang dan mood berangsur membaik.

Ada satu hal yang lupa saya ucapkan semalam setelah mendapat pencerahan dari Ayah Pidi dan Om Farhan setelah bertanya semalam, Terima kasih. (bukan sekedar basa-basi tapi saya ingin mengucapkannya)

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on October 11, 2013 in catatan - catatan, curhat ringan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Some Good Eats

Eat and don't worry about it

Anggriani

Bacalah! Tulislah !

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Catatan Bang Akrie

Simplicity.Humble.Joyfull

%d bloggers like this: