RSS

Aku yang Dulu Bukanlah yang Sekarang

13 Oct

Abis dari ikutan NGADUide #24, terus terang aku masih saja merenung, kata-kata yang diucapkan sama narasumber talkshow yaitu Ayah Pidi dan Om Farhan. Heran juga, talkshownya itu Hari Jumat dan sekarang Hari Minggu, tapi kok ya masih aja ada yang mengganjal dan bikin penasaran.

NGADUide adalah acara yang diadakan tiap bulan di Hari Jumat pertama dan tanggal 11 -10-13  kemarin adalah memperingati momen spesial ulang tahun yang ke 2 sejak pertama kali diadakan 🙂 Nah, kalo ulang tahun kan biasanya bagi-bagi hadiah. Waktu Mbak Rima (MC acara) mengajak satu penonton untuk jawab pertanyaan, Bang Akri (Temen kuliah yang juga datang di acara tersebut) maju aja menjawab pertanyaan dari MC. Berikutnya, Mbak Rima juga mengajak penonton yang lain untuk maju dan ga diapa-apain kok (katanya) trus dikasih hadiah aja. Nahh.. Bang Akri mendorongku untuk maju. Aku kok rasanya malu. Pas di depan bareng MC dan 2 orang lainnya, ternyata eh ternyata Mbak Rima meminta yang maju untuk ngucapin ulang tahun ke NGADUide dengan ekspresi apa aja. Walah. Rasanya aku kok kelimpungan nyari cara. 😦 Dua orang lain yang maju adalah cowok, jadi mereka berseru dengan keras sebagai bentuk ekspresifnya. Nah aku, aku cuma ngucapin dengan ekspresi anak-anak yang nanggung. Suaranya masih kecampur dengan suara asil. Iiihhh aku kok malu. Kalo sekarang (waktu nulis postingan ini), malunya bukan karena maju udah pake suara anak-anak. Malunya adalah aku kurang PD untuk lebih ekspresif! Dan kebawa sampe sekarang. Payah.

Di mana aku yang dulu ya? Aku dulu seorang banci tampil, PD aja ama suara cemprengku, bodo amat dengan apa kata orang. Rasanya urat malu udah hampir putus tapi aku baik-baik aja, santai dan PD aja. Aku ga biasa maju ke depan atau ke atas panggung, karena aku biasanya mengamati dari bawah sebagai evaluasi untuk aku sendiri atau udah di atas jadi MCnya (meski baru ngMC 3x di acara organisasi mahasiswa). Dulu aku juga merasa minder jadinya masih kurang lepas kalo jadi MC. Sekarang? Jauh lebih minder lagi. Jadi tambah kurang ekspresif karena tingkat ke-PD-an menurun. Ada apa denganku ya? Hmmm… 

Aku ingat kata Ayah Pidi di acara ini, “Kreatif adalah efek menjadi dirimu sendiri”. Dari kata-kata ayah tadi, ketemulah jawabannya. Aku tidak menjadi diriku sendiri sejak ada di Bandung. Aku jadi manusia jaim, kalo boleh jujur. Huaaa.. pantesan aja kalo aku sering buntu.

Dan lagu penutup postingan kali ini adalah “Aku yang dulu bukanlah yang sekarang” (udah sih sampe segitu aja liriknya, selebihnya ga nyambung)

Dan yang terakhir adalah kutipan dari narasumber tentang kreatif yang sempat tercatat di hp (ga hanya dari hp.ku aja):

– Tidak perlu buku-buku tentang kreatif untuk menjadi kreatif. Itu sama saja tidak kreatif.

– Kreatif adalah efek dari percaya diri.

– Kreatif adalah efek menjadi dirimu sendiri.

– Kreatif itu ada 3, ingin tau, ingin nyoba, ingin jadi.

– Bebaskan dirimu dari semua teori yang menawan kreativitas.

– Kreatif itu sederhana. Yang membuatmu tidak kreatif adalah kau selalu ingin tampak keren.

 

Yuk, menjadi diri sendiri 🙂

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on October 13, 2013 in catatan - catatan, curhat ringan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Some Good Eats

Eat and don't worry about it

Anggriani

Bacalah! Tulislah !

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Catatan Bang Akrie

Simplicity.Humble.Joyfull

%d bloggers like this: