RSS

Always be daddy’s little girl

15 Oct

Hiih. Gemes. Hahaha. Awalnya penasaran gimana rasanya merayakan Hari Raya jauh dari rumah, jauh dari keluarga 😀 Sekarang udah tau, jadi ga penasaran lagi. Sepi euy.. Padahal kalo di rumah yaa tidur aja kerjaannya kalo pulang, useless malah.

Pagi ini ayah telepon. Kupikir ibu yang telepon pake nomernya ayah, barangkali ibu lupa isi pulsa. Hehee. Eh ternyata beneran ayah. Tau dari mana? Karena yg ngejawab pas aku telepon balik ya ayah sendiri. *yaiyalah, kan itu hp ayah*
Dengan suara yg dibuat-buat seperti orang tua renta, ayah mengucap salam. Kujawab salam dari ayah. Dan berikut percakapan aku dengan ayah.
Ayah : “yaopo kabare nduk? Waras ta?”
Aku : “Waras yah”
Ayah : “Tangan e sing keseleo wingi wes gapopo ta?”
Aku : “Wis yah”
Ayah : “Lapo, dipijetno?”
Aku : “Iyo yah”
Ayah : “Ohh yo wis lek ngunu. Yaopo, duitmu sik ono ta?”
Aku : *ketawa ngakak*
Ini nih yang bikin aku semakin yakin kalo yang telepon adalah ayahku sendiri. Hahaha. Pertanyaannya. -_- . Selalu ayah bertanya seperti itu. Dan selalu kujawab dengan seperti ini,
Aku : “Hahaha. Entek yah. Ngerti ae lek duitku entek.”
Ayah : “Kari piro?”
Aku : “200 ribu yah”
Ayah : “Kanggo sampe kapan?”
Aku : “Yo sampe akhir bulan lah.”
Ayah : *giliran ayah yang ketawa * “Emang e iso?”
Aku : “Yo kudu iso. Hahaha. Wis yah, ojo dikirimi, engko nggarai aku seneng. hahaha”
Ayah : “Iyo, keenaken. Sopo sing arep ngirimi. Lah, duit beasiswamu kapan cair?”
Aku : “Akhir bulan”
Ayah : “Masya Allah. Cek borose. Lah terus lek bayaranmu UMR piye nduk?”
Aku : “Lah yah, kan gaji menyesuaikan pengeluaran”
Ayah : “Ancene arek kok. Lah terus piye kuliah e?”
Aku : “Tambah mbeler yah. Hehehe”
Ayah : “Tugas e digarap ga?”
Aku : “Yo digarap lah yah *njawab sambil mringis, hihihi*
“Ibu nandi yah?” *mencoba mengalihkan pembicaraan*
Ayah : “Iku, telpon mbahmu.”
Aku: “Ohh”
Kemudian ibu bergabung di telepon. Kalo telepon selalu di loudspeaker, jadi mau ngomong apa, serumah yang isinya ayah ibu dan adik, pasti denger. Hihihi.
Dan percakapan dilanjutkan membahas kabar nenek yang semakin membaik setelah patah tulang. Dan aku bercerita kalo Mas Fafan ternyata kecelakaan *anaknya Pakdeku*, cuma dirahasiakan dari nenek, biar nenek ga kuatir. Besok Mas Fafan operasi, semoga lancar dan sehat kembali. Kata Budhe Endang *kakaknya budheku, yang istrinya pakdeku, bukan pakde orang lain* sih, patah tulang. Dan cerita kalo pagi ini aku sholat Ied sama Budhe Endang, yang kebetulan lagi di Bandung, menengok Shaolin kecilnya *cucunya*.

Ahh ayah. Aku kangenlah sama ayahku. Sama ibuku juga. Sama adik enggak. Soalnya adikku nakal. Hehe. Sama adik juga lah pastinya. Waktu terakhir pulang, aku iseng buka dompet ayah isinya apa aja –dan uang yang di dompet ada berapa, hehe-, pas di bagian foto, ternyata di samping memasang foto pernikahan, ada foto waktu aku kecil yang lagi di pangkuan ayah. Foto yang sengaja digunting dan dipaskan supaya muat dipajang di dompet.
Ahh ayah… Always hope that I’m always be daddy’s little girl 🙂
Wanna make you proud of me. Oh yes, you have to be proud of me, my dear mom, dad, lil bro, granny, and all my family 🙂

Ya Allah, cuma itu tujuan hidup hamba setelah selalu berada dalam iman, islam dan ihsan, yaitu membahagiakan orangtua. Permudahlah keinginan hamba ya Allah. Aamiin.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on October 15, 2013 in catatan - catatan, cerita pendek

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Some Good Eats

Eat and don't worry about it

Anggriani

Bacalah! Tulislah !

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Catatan Bang Akrie

Simplicity.Humble.Joyfull

%d bloggers like this: