RSS

Teori Quantum dan “Barang yang jelek”. Apa Hubungannya?

26 Oct

Seperti yang telah saya tulis di postingan sebelumnya tentang Teori Quantum, tentang partikel-partikel terkecil yang menghuni hampa udara. Partikel itu ternyata berikatan dengan pemiliknya, melekat melalui sela-sela pori, dan kemudian masuk ke dalam tubuh. Karena saking kecilnya, kita tidak akan merasakannya. Tapi dalam jangka waktu lama dan makin banyak masuk ke tubuh, efeknya baru akan terasa.

Masih di tempat yang sama, di dalam mobil yang berjalan dan waktu yang juga terus berjalan, Kang Wi dan Mbak Me (teman senior satu kampus) saling bertukar cerita tentang pekerjaannya. Namun percakapan mengalir dan menyinggung soal “keuangan” di tempat kerjanya, berikut kurang lebih percakapannya.
Mbak Me : “Kalo udah akhir tahun gitu, banyak banget disuruh tanda tangan terus dapat uang. Keterangannya Biaya Jalan lah, apa lah. Heran. Banyak banget.”
Kang Wi : “Ahh sama, di kantorku juga gitu.”
Mbak Me : “Nah kalo kata temenku, yang beda keyakinan sama aku, kan uangnya ga masuk perut, ga dibuat beli makan, jadi ya gapapa terima aja. Buat beli tas, beli baju. Hahaha. Iya ga Wi?”
Kang Wi : “Mmhh.. Belum pernah dengar Teori Quantum sih.. Jadi Teori Quantum materi itu menyebutkan, bagian paling kecil dari atom…
Mbak Me : “Oh, proton, neutron, electron ya?”
Kang Wi : “Bukan, ada yang paling kecil yang menghuni hampa udara, kalo ga salah namanya Quack. Nah partikel itu kecil sekali. Berikatan dengan pemiliknya, apa yang menempel dengannya.

Kang Wi pun menjelaskan dengan memberi contoh.
“Ada yang pernah dengar cerita tentang The Miracle of Water? Ada 2 gelas air, udah dilihat susunan partikelnya. Gelas yang A, dikasih ucapan yang baik-baik, halus, yang positif. Gelas yang B, dikata-katai, dikasih ucapan yang buruk, jahat. Kemudian diteliti sususan partikelnya. Nah gelas yang dikasih ucapan baik-baik tadi, struktur partikelnya jadi semakin bagus. Sedangkan gelas yang dikasih ucapan buruk jadi ngeri partikelnya. Nah di sini juga kenapa dianjurkan berdoa sebelum makan. Nah ya karna itu tadi. Hasilnya jadi positif, yang masuk ke perut pun jadi baik.
Sekarang kalo kita beli baju, tas, sepatu yang kita beli dengan “uang jelek”. Partikel-partikelnya jelek, terus nempel di tubuh kita. Ga mau kan?”

Mbak Me : “Wihh, ngeri ya!”
Kang Wi : “Aku dulu pernah gitu, karna aku ga ikut jalan survey, aku dikasih ganti uang sama bos. Ya aku tanda tangan aja tapi uangnya aku balikin. Hahaha. Dicuekin ama bos, berapa lama ya, mmhh, 6 bulan kayaknya. Aku sih cuek aja. Toh akhirnya ya baik lagi.”

Seisi mobil terdiam sejenak…

Advertisements
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Some Good Eats

Eat and don't worry about it

Anggriani

Bacalah! Tulislah !

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Catatan Bang Akrie

Simplicity.Humble.Joyfull

%d bloggers like this: