RSS

Monthly Archives: November 2013

Ketika Ketemu Seseorang itu…

Pernah ga sih, kamu ketemu seseorang di masa sekarang, yang membuatmu lupa dengan semua sakit hatimu di masa lalu? Dan kepadanya, kamu jadi yakin, kalau kamu ga mau kehilangan lagi, kamu ga mau kehilangan dia. Kamu takut kehilangannya…

Semua pemikiranmu berubah. Kamu ga mau hidup sendiri lagi, kamu ingin bareng sama dia, karena dia sudah memberi warna dalam hidupmu, dia sudah memberi tahu dunia padamu, dan sekarang, dia adalah duniamu. Dunia yang ingin kau jaga warnanya untuk selalu tetap dan tak berubah padam.

Kamu mulai membayangkan hidup bersamanya dalam susah maupun senang. Hidup mesra, bergandengan tangan sampai nanti sampai mati, menua bersamanya. Bersama dengan anak-anak yang akan membuatmu bangga, dan cucu cicit yang lucu-lucu yang akan menghibur masa tuamu kelak.

Kamu mulai berpikir menyatukan dua kehidupan dan kebiasaan yang berbeda. Menyatukan dua keluarga besar. Namun kadang kamu takut untuk berpikir lebih jauh. Takut kalau tidak sesuai harapan. Takut ga cocok… Tapi kemudian kamu yakin, nothing to lose. Sudah saatnya memperjuangkan kebahagiaan. Kebahagiaan diri sendiri, kebahagiaan dirinya, dan yakin pula bahwa keluargamu maupun keluarganya dia juga akan bahagia…

Semua memang diawali dengan dunia. Tapi lagi-lagi kamu berubah. Bukan itu tujuannya. Hidup di dunia cuma sementara. Dan kamu mulai memikirkan akhirat. Ya, akhirat, kalau kamu percaya ada kehidupan sesudah kematian. Bahwa hidup berdua juga untuk menyempurnahkan sunnah dari Nabimu dan juga bentuk syukur atas Kebesaran Tuhan yang telah dituliskan dalam firmanNya dalam QS Ar-Rum 21 bahwa Tuhan telah menciptakan pasangan hidup untukmu supaya hidupmu tenteram dan penuh kasih sayang. Maka kamu mulai berpikir bahwa hidup berdua juga merupakan ibadah dalam bentuk yang lain…

Dan oke, sepertinya kamu sendiri tahu apa yang akan kamu lakukan selanjutnya 🙂

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on November 20, 2013 in catatan - catatan, cerita pendek

 

What boy thinks and What girl thinks. And what else that makes them misunderstand.

Judulnya panjang ya? Padahal kalau disingkat bisa aja, tapi jadi ga lengkap ga panjang dan ga keren lagi, sepertinya. Kalau disingkat mungkin akan jadi seperti ini “what makes boy and girl misunderstand” atau “misunderstand between boy and girl”. Mana bahasa Inggris pula, yang aku ga ngerti grammarnya bener atau ga. Pas udah baca judul yang keren, eh isinya malah bahasa Indonesia. Gapapa lah. Kan cinta Indonesia 😀

Oke, sebenernya ini cuma opiniku sejak lama, yang aku ambil dari pengalamanku dan pengalaman teman. Jadi dataset udah mencukupi lah untuk diketahui polanya dan ditarik kesimpulan (bukan kuliah Kecerdasan Buatan atau Data Mining euy, ingat!) Cuma mungkin baru semalam aku berhasil mendapatkan jawaban dari pria yang berproses menuju dewasa. Yah mungkin jawaban mas ini ga bisa mewakili pemikiran mas-mas lainnya. Jadi kalau mau cari jawaban dari pemikiran mas-mas lainnya, silakan, boleh juga menambahkan di komentar.

Langsung saja, sudah terlalu banyak basa-basi, aku akan menuliskan dalam bentuk poin per poin, pasal per pasal (dikira mau bahas undang-undang?). Dan untuk lebih mudah, cowok diwakili dengan nama Budi dan cewek diwakili dengan nama Santi. Ada keterkaitan antara Budi dan Santi? Aku ga tau, cuma pilihan nama saja. 😀

Poin 1

Pikiran Budi : “Kalau dengan menelepon Santi tiap hari, Santi bakalan merasa kalau aku suka sama dia (baca: Santi bakal GR dan merasa Budi suka sama dia).”

Pikiran Santi : “Aku sih biasa aja dan ga mikir seperti itu. Seiring berjalannya waktu, aku jadi suka sama Budi. Bukan karena GR. Bukan juga karena kebiasaan telepon dari Budi. Tapi aku merasa nyaman dengan keberadaan Budi yang sudah terlalu sering ada.”

Jadi dalam kasus ini, GR dan tidak GR yang membuat salah paham. Toh kalo suatu hari Santi suka sama Budi, ya biarkan aja. Mungkin momennya sedang pas sehingga Santi bisa jadi suka sama Budi. Ada gitu cara supaya batal suka sama orang?

Poin 2.

Pikiran Budi : “Aku tahu, lebih tepatnya merasa, gelagat Santi aneh. Sepertinya Santi mulai ada rasa sama aku. Awalnya aku sih santai dan cuek aja. Tapi lama-lama, kok sinyal dari Santi semakin terbaca ya…”

Pikiran Santi : “Man, susah menyembunyikan perasaan. Sepintar-pintarnya aku, kalau udah nyaman sama seseorang, rasanya pengen deket aja. Pengen cerita ini itu. Pengen terbuka banyak hal. Pengen jalan ke mana aja juga maunya sama dia. Kayak sahabatan aja, kalo udah nyaman, kita bisa enak aja kan jalan ama teman-teman perempuan kita? Mau shopping, sekedar main ke rumah temen rame2, ya seperti itu rasanya. Rasaku ke Budi. Mungkin karena Budi cowok kali ya, ada gender bias di sana.”

Poin 3.

Pikiran Budi : “Wah gawat, aku takut, kalo semakin lama aku deket sama Santi, kasian Santi. Nanti dia semakin berharap lebih sama aku. Mungkin sebaiknya aku mundur pelan-pelan. Biar dia ga sakit hati. Semakin cepat aku mundur, semakin baik. Ini semua juga untuk kebaikannya dia…”

Pikiran Santi : “Wow! Gawat! Ini kenapa lagi sama Budi? Kok tiba-tiba dia ngilang? Huaa.. Mana aku lagi butuh teman cerita. Biasanya kan aku cerita hal ini cuma ke Budi. Masa aku harus cerita ke orang lain? Nanti aku harus memulai ceritanya dari awal dong. Haduh! Budiiii. Kau kemana? Pake acara ngilang segala… In this time that I need you so…” *berubah sedih*

Poin 4.

Pikiran Budi : “Oke, mungkin cukup jaga jaraknya. Saatnya memperbaiki hubungan yang renggang.” *kembali menelepon Santi* “Walah, ternyata Santi belum berubah. Hmm.. Apa sebaiknya aku harus benar-benar stop menghubungi dia? Apa sebaiknya aku juga berhenti merespon permintaan-permintaannya? Demi kebaikan dia…”

Pikiran Santi : “Asyiikk. Budi nelpon lagi. Aku bisa cerita2 lagi, melanjutkan cerita-cerita yang dulu belum kuceritakan. *berubah senang* *Dan mungkin saking senangnya, dia jadi kalap, cerita ini itu dan terlihat agresif di mata Budi. Dan walhasil, Budi jadi semakin takut. Dan risih…*

Oh my, mungkin ini kali ya yang perlu jadi catatan. Budi mikir dengan menghindari Santi, semakin cepat semakin baik. Biar santi tidak berharap lebih dan lebih lagi dan perasaan Santi jadi hilang. Well, it’s not like that actually. Semakin Budi hilang dari kehidupan Santi, Santi semakin kehilangan. Dan semakin besar rasa kehilangan itu, semakin besar pula keinginan untuk mencarinya. Mungkin Budi berpikir “biar Santi benci saja sama aku. Toh ini juga aku lakukan untuk kebaikan dia.” Tapi ga gitu juga kali masbroo. Lebih baik mana seorang manusia hidup dalam rasa tenang dan pada akhirnya semua menjadi biasa dan normal kembali daripada rasa benci akan kehilangan dan rasa gelisah karena terus mencari? Well…

Poin 5

Perkataan Budi : “Aku kalo suka sama cewek, sejak awal suka ama dia. Dari awal udah aku deketin, aku perjuangin. Jarang aku bisa suka seperti sama Santi, yang udah aku anggap temen sendiri. Yang kemudian lama kelamaan perasaan itu tumbuh seiring berjalannya waktu. Meskipun kemungkinan itu ada, tapi jarang…

Perkataan Santi : “Saat aku udah tau cowok itu seperti apa, aku nyaman sama dia, nyambung kalo diajak ngobrol, dia bisa bikin aku seneng, saat itulah perasaanku mulai tumbuh. Mungkin peribahasa witing tresno jalaran soko kulino atau kalau boleh diplesetkan witing tresno jalaran soko nggelibet, ya gini kali ya rasanya…”

Tambahan dari aku, (aku tambahin ya San, untuk juga ikut mewakili perasaanmu)

Well, aku selalu ingin lagu Jason Mraz feat Colbie Caillat jadi ost.ku sama suamiku kelak. Bakal menyenangkan kalo para tamu undangan ga keberatan aku dan suamiku berduet di saat acara pernikahan kami. Lagunya seperti apa? Biar singkat, reffnya aja. ‘Lucky I’m in love with my best friend, lucky to have been where I have been, lucky to be coming home again’ yang artinya ‘beruntungnya aku jatuh cinta dengan sahabatku sendiri, beruntungnya aku bisa berada di tempatku berada, beruntungnya aku bisa pulang ke hatinya lagi…’ ya, home yang dimaksud adalah tempat di mana mereka berdua akan pulang. Atau bisa juga diartikan pulang ke hati yang selalu bersamanya selama ini… That sounds sweet. Hekekekeke

Mungkin untuk sementara ada 5 poin dari percakapan semalam yang bisa kusimpulkan. Akan di-update kalau ada poin lagi. Atau ada yang mau menambahkan? Budi? Santi? 🙂

 
Leave a comment

Posted by on November 20, 2013 in catatan - catatan, curhat ringan

 

Jadi, Apa Kabar Masa Depan? :)

Rasanya selalu seru untuk membicarakan masa depan. Tentang rencana-rencana, tentang target, tentang tujuan hidup, baik dalam jangka pendek, maupun jangka panjang.

Sebenernya malam ini, partner nulis tesis, Bang Akri, ngajakin ngopi untuk membicarakan kelanjutan kisah tesis kita. Tapi dengan mendatangkan 2 personil lagi, aku tahu pembicaraan tak akan panjang tentang tesis. Bagiku tak masalah. Kadang kita perlu tahu apa yang orang lain lakukan, apa yang orang lain sudah lakukan, apa rencana mereka untuk kita jadikan inspirasi dan pelajaran untuk diri kita sendiri. Kita mungkin tak akan bisa mengalami 1001 macam kejadian dalam hidup. Tapi dengan kita mendengarkan kisah orang lain, kisah teman, kisah sahabat, kita jadi tahu bahwa 1001 kejadian (bahkan lebih) itu  benar-benar ada, nyata dan terjadi.

Berkumpulnya 1 pria dewasa, 2 pria berproses menuju dewasa dan 1 cewek yang juga berproses menuju dewasa. Diawali dengan membicarakan masa lalu kemudian membicarakan rencana masa depan. Kamu tahu apa rencana masa depan itu? Untuk pria berumur 25, rencana masa depan itu adalah menikah. Mereka mulai serius berpikir, ingin mencari pasangan yang juga bisa diajak untuk serius. Tapi tidak semudah itu prosesnya 🙂 Yang satu masih galau dengan pasangannya. Yang satu masih galau dengan pasangannya juga. Bedanya? Ya beda. Kan pasangannya juga beda -_-  Yang satu didukung sama orangtuanya tetapi pasangannya belum 100% yes, yang satu orangtuanya belum 100% yes sehingga masih galau dalam mencari pasangan.

Kenapa di atas aku bilang berproses menuju dewasa? Seperti yang aku kutip dari abang, kalo orang yang dewasa, mereka sudah merencanakan masa depannya. Dan yang lain pun menegaskan, kalau pria, memikirkan masa depannya itu nanti gimana aja, nah kalau cowok, mengatakan gimana nantinya aja masa depan itu. See? Same word but different in assembling will give different meaning.

Ahh.. merencanakan masa depan ya? I do. I did, indeed. Waktu aku jadi pemateri di ospek fakultas (kira-kira 3 tahun yang lalu, berarti umurku masih 21), “status” di CV pemateri aku tulis “menikah di usia 25 tahun. Aamiin”. Hahaha. PD banget ya! Tapi dengan begitu kan di-aamiin-i oleh kurang lebih 800 mahasiswa baru (kalau semuanya mendengarkan). Lumayan, dibantu doa 😀 hehehe. Meskipun tahun depan usiaku 25 dan belum ada tanda-tanda yang serius, ga ada yang tau kan rencana Allah seperti apa 🙂 Jodoh adalah salah satu misteri Tuhan (yang selalu menarik dan selalu dinanti).

Mungkin di postingan lain akan aku tulis “semacam kode” dari orangtua kalau mereka mulai memikirkan untuk punya menantu dan cucu-cucu yang lucu.

Malam yang semakin larut, menganjurkanku untuk sepantasnya kembali ke rumah (kosan). Dan kembali berjibaku dengan… tugas… *sigh* (Tapi ternyata aku malah asyik nulis blog sampai pagi dan ketiduran)

Aku beruntung punya teman seperti kalian guys! I’m so lucky! Terima kasih untuk pembicaraan yang menyenangkan. Tapi juga serius 🙂 Kapan-kapan lagi ya 😉

 
Leave a comment

Posted by on November 19, 2013 in catatan - catatan, curhat ringan

 

Dear Surayah Pidi Baiq

Dear Surayah, awal mula aku tau namamu, dari teman kuliah yang membaca blog dosen yang isinya mereviu novelmu yah, yang judulnya At-Twitter. Mereka heboh sekali, sama seperti dosenku, membicarakanmu. Katanya tulisan-tulisanmu lucu, ajaib dan gila! (Klik di sini)

Dear Surayah, kalau kau tau, dosenku itu juga lucu, ajaib, dan gila! Serius yah! Aku jadi mempertimbangkan, kalau dosenku yang seperti itu saja bilang gitu, pasti novel itu juga sama lucu, ajaib dan gilanya, seperti dosenku. (Maaf Pak Budi)

Dear Surayah, tetiba teman kuliah yang sudah baca bukunya sepenggal di toko buku, yang sudah beli bukunya, menghebohkan jagad dunia persilatan pikiran dengan membicarakan bukumu, lagi. Kali ini, mereka menceritakan isinya! Lengkap dengan tawa dari mereka. Wow. Bodor yah tulisan-tulisan pendekmu, pikirku waktu itu. Lalu aku ikutan pinjem punya temen. Lalu bukunya aku rusakin, jadinya aku beli baru untuk ngegantiin buku punya temenku. Sisi positifnya? Aku jadi punya bukumu 😀 Buku pertama dengan kau sebagai penulisnya dengan cover berwarna biru yaitu At-Twitter. Yang Drunken Monster harusnya beli juga, tapi aku pinjem punya abangku aja sih. Hahaha. Nanti kalau Drunken Mama ama Drunken Molen udah ada, aku beli Drunken Monsternya sekalian. Doakan semoga aku banyak uang yah, biar bisa beli bukumu. 😀

Dear Surayah, aku udah baca Al-Asbun, tapi entah kenapa aku ga nyampe baca itu. Isinya terlalu berat untuk sekedar dibaca. Semakin kupahami pun semakin tak kumengerti. Dan aku semakin takut salah arti. Kapan-kapan diskusi ya yah. Bedah bukunya sepertinya seru yah.

Dear Surayah, soal S.P.B.U itu yah, ilustrasinya lucu. Tapi aku masih baca setengahnya. Sayang aja mau dihabisin. Jadi aku bacanya pelan-pelan.

Dear Surayah, beberapa temanku aku kenalkan padamu juga. Biar hidup mereka juga senang. Biar pikirannya terbuka. Beberapa ada yang langsung suka di detik berikutnya, beberapa biasa aja, beberapa mengagumimu dari sisi nasionalismemu saja yah. Ya itu sih hak mereka. Aku kan sedang tidak memaksa mereka untuk menyukaimu.

Tapi ada hal yang bikin sedih yah… Yang jadi renunganku. Surayah kan menulis cerita-cerita yang out of box kalau aku boleh menyebutnya. Aku takut yah. Aku takut kalau orang salah persepsi. Aku takut kalau orang salah menangkap makna di tiap kata-katamu. Aku takut kalau aku yang salah menangkap makna di tiap kata-katamu. Ada yang bilang, “Penulis buku itu memang imajinatif. Tapi imajinasinya berhenti ketika bukunya ada di tangan pembaca. Ketika buku sudah di tangan pembaca, giliran imajinasi pembaca yang bekerja”. Tidak hanya satu orang yang kutemui salah membaca dan memaknai kata-katamu. Tapi lebih yah. Aku jadi takut mengenalkanmu lagi yah… (emang dasar aku penakut >.<)

Tapi aku yakin, kalau buku itu bisa memberikan efek positif ke orang lain, memberikan efek senang dan tenang, karena hal itu berlaku untukku. Maka akan berlaku untuk teman-temanku juga. Teman adalah diri sendiri yang kedua kan yah, seperti katamu?

Dear Surayah, terima kasih! Dan terima kasih sama Allah, terima kasih telah membuat seorang Pidi Baiq menjadi ada di dunia dan menjadi satu dari sekian manusia ajaib yang pernah kutau dan kutemui. Surayah, kutunggu tulisan-tulisan ajaibmu selanjutnya! 🙂

Aku sayang samamu yaaahh! Yeaahh! Hidup pak haji!

 
Leave a comment

Posted by on November 16, 2013 in catatan - catatan, cerita pendek

 

Vienna atau Wina?

Berikut ini adalah percakapan dari BBM, percakapan di hari senin tanggal 11-11-2013 (eh, angka cantik!) antara aku dengan Pak Agus, teman kuliah di Bandung yang sekarang sedang berada di Vienna selama 4 bulan ke depan untuk juga kuliah. Eh bukan Vienna. Tapi Wina deh. Pagi-pagi di Austria dan siang-siang di Bandung, berawal dari pict dan berlanjut dengan percakapan absurd yang tidak jelas jluntrungannya =D

PA : Keren pictnya upload fb
PA : Waktu yang tak akan pernah terulang @same place and same time

ID :  wiih senengnya..
ID : dibilang bagus sama pak agus

PA : 😀 (y)

ID : Apa kabar mister sekarang?
ID : wah gaya sekarang. Udah jadi bule di negeri orang. Hahaha

PA : Hahaha.
PA : Tidur.
PA : Numpang tidur di negeri orang

ID : Wah iya..
ID : Masih pagi di sana…
ID : Lupa =D (Di sana 6 jam lebih awal dari sini)

PA : Bangunin pagi-pagi dengan pict

ID : Foto Pak Agus yang jalan ama bunga bertebaran juga bagus tempo hari

PA : masak

ID : Iya Pak… Kayak di luar neger gitu fotonya
ID : Eh emang di luar negeri ya ^^

PA : :))
PA : mirip ya

ID : Hahaha
ID : Iya..
ID : Kayak di tv2

PA : Bangett

ID : Hihihi
ID : Oh ya, tempo hari yang pas bapak berangkat
ID : Adi sama Nia agak debat (Adi dan Nia, temen sekelas juga)
ID : Sebenernya Pak Agus itu pergi ke Vienna atau Wina ya pak?

PA : Kenapa

ID : :))

PA : Hahaha
PA : Trus yang bener?

ID : Dua2nya bener.. Kan sama aja… Hahahaha

PA : Kalo di sini adanya yg di pict  IMG_20131107_175709

ID : Oh iya bener
ID : Hahahaha

PA : :))
PA : kalo di Indonesia bisa 2 2 nya

ID : kalo di Indonesia, mestinya kan Wina ya pak…
ID : tapi ya gapapa. Yang penting orang ngerti aja
ID : kalo Wina itu di Austria
ID : Bukan di Australia
ID : Hehehehehe :))

PA : Hahahaha
PA : Tapi ada juga, Austria itu Australia
PA : *can’t watch*

ID : Maksudnya?
ID : Yang ngira Austria itu Australia?

PA : Yaa beberapa orang, temen di kantor
PA : Waktu kubilang mo ke Austria, minta oleh2 kanguru
PA : *can’t watch*

ID : Hihihihi
ID : Mungkin juga di Austria ada Kanguru
ID : Hehehe
ID : Ada ga pak?
ID : Kalo iya, aku minta oleh2 koalanya aja
ID : :))

PA : *can’t watch*
PA : koala mah aku juga suka

ID : hahahaha
ID : maaf ya pak..
ID : pagi2 udah senda gurau
ID : :))

PA : iyaa gak papa
PA : senyum di pagi pagi
PA : biar kempes
PA : bikin pegel pipi

ID : Hahahaha

Sebenernya masih ada lagi.. Tapi nanti kepanjangan. Pak Agus, jangan lupa, kalau pulang, oleh2 Koala ya pak.. Hehee. Semoga lancar studinya 🙂

 
Leave a comment

Posted by on November 15, 2013 in catatan - catatan, curhat ringan

 
 
The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Some Good Eats

Eat and don't worry about it

Anggriani

Bacalah! Tulislah !

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Catatan Bang Akrie

Simplicity.Humble.Joyfull