RSS

Tuan Masa Lalu

11 Nov

Dia datang lagi! Bagian dari  sejarah yang sudah empat putaran kali tiga ratus enam puluh lima hari tertutup. Kalau kau tanya apa yang terjadi sebelum masa itu, aku juga sudah menutupnya. Terlalu banyak kejadian yang meyesakkan kepala di tahun- tahun berikutnya membuatku lupa dengan masa lalu. Tapi bukankah tidak perlu lagi mengingat-ingat masa lalu jika memang tidak diperlukan? Aku pikir aku cuma manusia yang hidup di masa sekarang dan merupakan susunan dari banyak kejadian di masa lalu. Jadi biarkan saja masa lalu seperti namanya. Lalu kemudian berlalu.

Tapi entah sejak kapan dia datang. Aku pun tak merasakan kehadirannya hingga tiba-tiba dia muncul di hadapanku.

“Apa kabar?” Tuan masa lalu bertanya kepadaku di suatu malam.
“Baik, seperti yang bisa kau lihat sekarang” jawabku sambil mengangkat bahu.
“Apa kabar aku sekarang?” Dia pun bertanya tentang keadaannya.
“Sudah moved on, tentu saja. Sudah lama sekali berlalu” Jawabku sambil tertawa.

Tapi dia tidak tertawa. Dengan seksama dia mendengar getar tawaku dan mencari mataku.
“Bohong.” Singkat saja dia mengomentari.
“Maksudmu? Tentu saja aku sudah moved on darimu, masa lalu.” Tawaku terhenti.
Your eyes don’t lie. I know that eyes for years” Kata masa lalu yang matanya menatap mataku lekat-lekat sejak tadi.
“Tentu saja kau bisa salah mengartikan. Lihatlah baik-baik” Aku menantangnya, menatap mata masa lalu dan membukanya lebar-lebar sambil kuangkat kedua alisku.

Masa lalu malah tidak melihatnya. Dia melihatku sekilas kemudian tertawa. Tawa khasnya, yang selalu menunjukkan bahwa dia menang. Dia selalu menang seolah-olah dia pemain utama dengan nyawa tanpa batas dalam sebuah game.

Tiba-tiba dia menyentuh tanganku, mengajakku berputar meninggalkan sekarang dan kembali ke waktu sekarang bersamanya. Aneh. Kupikir dia akan mengajakku kembali ke masa lalu, memaksaku mengingat kejadian dulu.

“Kau masih saja terlalu lemah, terlalu mudah untuk mengajakmu berputar melewati waktu untuk kembali bersamaku dan meninggalkan masa sekarang.” Dia berkata dengan nadanya yang serius, kecewa.

“Tapi aku berusaha meninggalkanmu, tentu saja. Lihat. Aku selalu berdiri, tidak lagi memikirkanmu, bahkan menanyakanmu. Aku cuma menyimpanmu di sudut hati. Jadi seberapapun aku menyembunyikanmu, menghindarimu, kau masih saja ada. Tapi tak perlu khawatir, aku akan baik-baik saja. Aku akan melewatkanmu meski sesekali mungkin akan teringat denganmu. Wajar kan? Karena aku ingin memaafkan diriku sendiri, aku ingin memaafkanmu. Aku ingin berdamai denganmu, aku ingin bisa berteman denganmu, masa lalu. Agar jika suatu hari kita ketemu, kita akan saling tersenyum dan tertawa bahagia. Agar kamu selalu indah untuk kukenang.” Aku tersenyum kepadanya menjelaskan

“Bagus. Kau sudah mendewasa rupanya.” Diapun tersenyum, senang.
“Aku pergi dulu ya… Sesekali aku akan mengunjungimu. Dan ketika aku datang lagi dalam bentuk memori, aku ingin kau selalu tersenyum.”  Lanjutnya.
“Tentu saja, bahkan mungkin aku akan tertawa sesekali saat kau berkunjung.” Timpalku.

Dia kemudian pergi lagi. Aku membereskan hasil makanan dan minuman yang sedari tadi yang tak disentuhnya karena terlalu asyik bercengkrama. Aku mulai menata hati ketika dia pergi. Hal yang sulit tapi memang harus dilakukan. Agar ada tempat untuk masa sekarang dan masa depan.

Mungkinkah masa lalu menjadi masa depan? Di dunia ini tak ada yang tak mungkin kan? Tapi ketika masa lalu datang kembali di masa depan, namanya bukan lagi masa lalu… Tetapi…

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on November 11, 2013 in catatan - catatan, cerita pendek

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Some Good Eats

Eat and don't worry about it

Anggriani

Bacalah! Tulislah !

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Catatan Bang Akrie

Simplicity.Humble.Joyfull

%d bloggers like this: