RSS

Masih Tentang JJ Kim…

04 Dec

Hihihi… Entah kenapa masih saja tentang JJKim. Berasa beliau adalah seorang kakek yang baik saking kebapakannya (meskipun umurnya masih 50an) Hehehe.

Kemarin kita semua satu lab pergi ke kampus ITB di Jatinangor dengan menggunakan bis memakan waktu selama 1 jam. Di sana kami melihat gedung yang sedang dibangun, kerja sama dengan KOICA dan ITB. Gedung apakah itu? Nanti, kalau sudah jadi aku kasih tau. 😀
Kemarin aku melihat JJ tersenyum terus sembari melihat bangunan dari depan. Maka aku goda beliau, “You look so happy today”. Dan beliau menjawab, “No, I’m happy because of you.” Hahaha. Gantian aku yang digodain. JJ, kalau engkau hari kemarin tidak benar-benar bahagia, aku berharap engkau hari ini, besok, dan besoknya lagi selalu bahagia. ^^
Selepas melihat gedung di Jatinangor, kami pergi untuk makan malam bersama (Dinnernya orang Korea itu jam 5 sore). Kami makan di Takigawa yang mempunyai tagline restoran “Meatbar in the Sky” atas rekomendasi JJ yang sudah 2x sebelumnya ke sana. Huaa.. Keren banget pemandangannya 🙂 Mau makan aja naik lift menuju ke lantai 5 🙂 Karena edisi dinner, kami bisa lihat lampu yang gemerlap di luasnya kota Bandung. Luas banget! Dan cantik. Rasanya pengen duduk lama-lama di sana.
Sambil menunggu makanan yang dipesan, JJ memanggilku, “Ida, What do you think? Is it Ok?” Dan aku pun menjawab, “It is great! Very cool!” Beliau kemudian menambahkan, “next time you can go here again with your boyfriend”. “Hahaha, yeah” Yeah, if he is exist. Maybe later 😉
Entah kenapa, mungkin karena aku kalap ya, aku pesen sushi 1 set yang mahal sekali. Aku merasa bersalah. Padahal di depanku sudah terhidang Shabu-Shabu 2 paket yang bisa dimakan oleh banyak orang. 😦 Feel soooo guilty.
Dan yang paling membuatku merasa bersalah adalah beliau kebingungan saat ada pesanan minuman Orange Squash datang, “Who’s order this?” Beliau cemberut setelah itu. Beliau panggil Mbak Merry tapi ga ada. Aku cuma bilang “Noone in this table order that”. Terus pesanan makanan mulai berdatangan. Beliau lebih bingung. Pada waktu itu, beberapa orang Sholat Maghrib, jadi mungkin yang pesen sedang Sholat Maghrib.. Hiks. Dan aku ga bantuin sama sekali. Aku merasa rendah pada diri sendiri, malu, yang dijamu malah keenakan. 😦
Beliau pas makan masih bisa senyum, mungkin sebagai tanda ramah tamah dengan dosen-dosen yang sudah kerja sama dengan KOICA.
Di akhir makan, aku sengaja minta reprint bill. Dan hasil makan dengan 20 orang malam ini, sungguh menghabiskan amazing rupiah. Semoga rizkimu lancar, Bapak JJ, Bapak Lee dan Bapak Lee.

Selesai semua, bis kami menuju ITB. Tapi aku dan beberapa orang, turun di Simpang Dago, termasuk JJ, Lee dan Lee. Kami berjalan menuju tempat tinggal masing-masing. Di McD, JJ menawari untuk beli es krim. “Do you want ice cream? Everybody loves ice cream”. “Okay”, kataku. 🙂
Sambil menunggu es krim, ada anak kecil yang berdiri menawarkan bunga kepada JJ. JJ melihat anak itu terus. Awalnya JJ menolak. Tapi entah kenapa kemudian beliau bertanya “how much”. Anak kecil tersebut menjawab, “teu ngerti abdi mah” sambil menggeleng-gelengkan kepala. Aku kemudian bertanya “sabraha ieu mah?”. Anak kecil tadi menjawab, 25ribu. Aku mencoba menawar dan anak kecil tadi menyebutkan angka 20 ribu. Rupanya JJ mendengar dan akhirnya beliau mengambil satu buket. Yang berisi 3 mawar merah 🙂
Es krim sudah selesai dibuat. Kami memegang es krim cone kami satu-satu. Dan wow! JJ cepat sekali habisnya. WLee nomor 2 dan JLee nomor 3. Aku? Belum habis lah. Beliau bertanya, “kok lama sekali habisnya?” Aku berdalih, “Justru karena aku suka banget, aku benar-benar menikmati…” “Tiap tetesnya ya..” Beliau meneruskan. Dan aku mengiyakan 🙂
Dia bertanya, “Do you have boyfriend?” “No” kataku. Dalam hati aku berkata, doakan semoga secepatnya ya JJ. Hehehe.
Beliau berkata kemudian, “cewek-cewek Indonesia, kalau suka sama laki-laki, dilihat dari manner kan? Ada yang bercerita padaku, kalau cewek-cewek Indonesia melihat manner laki-laki, bagaimana cara dia mendekati cewek”. “Yes”,  jawabku sambil manggut-manggut dan tersenyum.

Tak hanya bercerita tentang itu, Beliau pun bercerita, “Dulu, waktu kami SD, kami selalu diajarkan untuk berjalan dengan kepala membentuk sudut 50 derajat (baca: sedikit mendongak). Pemerintah kami benar-benar mengedepankan kenyamanan jalan. Jalanan di sana, benar-benar stabil. Tidak ada yang seperti ini bahkan.” Beliau menunjuk trotoar yang lebih tinggi 5cm dari jalanan aspal. “Di sini kami tidak bisa melakukannya. Hahaha. Bayangkan, bahaya sekali”. Aku hanya bisa mengangguk-angguk (benar juga kan ya?)
Kamipun berjalan, mereka menuju hotel, aku menuju rumah. Saat berjalan, JJ sangat hati-hati sekali. Air yang mengambang bekas hujan di aspal dan kendaraan yang lalu lalang bisa saja sewaktu-waktu mencipratkan airnya ke kita. Dan byuurrr! Tak bisa terhindarkan juga pada akhirnya. Beliau kena cipratan air dari motor. Hiks.. Parahnya lagi, di jalanan yang kurang terang, ada trotoar yang masih berlubang. Kontan, beliau menoleh ke aku sambil berkata, “See? ada lubang di sini. Sungguh membahayakan. Kakimu bisa masuk ke lubang”, sambil beliau mempraktekkan kakinya dimasukkan sedikit ke dalam lubang. Huaa.. Benar-benar membahayakan. “Okay, I will tell to the government later”, kataku kemudian.
Di akhir sebelum kami berpisah, kami saling bersalaman, saling “give a bow” dan berterima kasih. JJ menoleh kepadaku, “Here, take this for you” sambil memberikan buket mawar tersebut kepadaku. Mungkin karena beliau tidak tahu kepada siapa lagi buket mawar itu mau diberikan. Mungkin enggan juga untuk menyimpan di hotel.
“See you next year” mereka berkata. “Ya, see you next year.” I hope so soon, JJ, Lee and Lee! Dan merekapun menyeberang menuju hotel yang beliau-beliau tempati selama 3 bulan di Indonesia ini.

Dan malam itu, aku berjalan ke rumah, sambil membawa buket mawar, merasa terharu sekali, sangat terharu. Kalau orang bilang cewek lebih suka dikasih bunga bank, aku lebih suka dikasih bunga asli. Rasanya beda. Dan lagi, aku suka bunga 🙂
Dan ketika sampai rumah, aku langsung menempatkan buket mawar itu di samping tempat tidur, ganti baju, dan memeluk guling sambil memandangi buket mawar tersebut, berharap hari itu jangan cepat berlalu. Malam, janganlah cepatlah berlalu… Aku benar-benar berharap hari itu jangan cepat berlalu…

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 4, 2013 in catatan - catatan, curhat ringan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Some Good Eats

Eat and don't worry about it

Anggriani

Bacalah! Tulislah !

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Catatan Bang Akrie

Simplicity.Humble.Joyfull

%d bloggers like this: