RSS

Siapa Tokoh Idolamu? #bined24

18 Dec

Hari Sabtu tanggal 30 November lalu, ada gathering #bined24 (Bincang Edukasi). Bincang edukasi merupakan sebuah acara yang digagas oleh pecinta dan penggiat pendidikan di Bandung. Acara yang diadakan setiap 2 bulan sekali ini juga diisi oleh pembicara yang juga peduli akan pendidikan. Kalau Anda juga peduli dan penggiat pendidikan, silakan cek @bincangedukasi untuk mengetahui gathering berikutnya. Atau cek websitenya di bincangedukasi.com (bukan promosi)

Karena pertemuan kemarin saya terlambat 100 menit, saya hanya kebagian 5 menit presentan (pembicara) ke 3, dan presentan ke 4. Untuk pembicara pertama dan kedua, saya hanya mendapatkan sekilas saja, dari sesi diskusi.

Pembicara pertama merupakan sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam wadah Sahabat Edukasi. Sahabat Edukasi ini terinspirasi dari Kelas Inspirasi Indonesia Mengajar di mana mereka akan berbagi pengalaman selama 1 jam tentang profesi mereka di kelas-kelas di sekolah. Untuk Sahabat Edukasi ini, mereka menerapkan teknis kegiatan yang sama. Pembicara akan berbagi pengalaman kepada sekelompok siswa. Pengalaman yang dibagikan bisa pengalaman apa saja supaya dapat menginspirasi siswa-siswa tersebut. Target mereka sekarang adalah salah satu SMA di Jatinangor. Kenapa di Jatinangor? Karena di Jatinangor, ada 4 kampus yang besar-besar namun para siswanya yang ingin melanjutkan pendidikan ke tiap-tiap jenjang semakin sedikit. Misalnya yang masuk SD 100%, yang melanjutkan ke jenjang SMP hanya 75%, yang melanjutkan ke jenjang SMA hanya 50%, dan yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi hanya 15%. Sungguh fakta yang aneh mengingat ada 4 kampus di sana. Kesenjangan pendidikan yang terjadi cukup tinggi.

Pembicara yang kedua mengusung tema korupsi pada pendidikan. Masih adanya korupsi di sekolah menjadi perhatian kita semua. Misalnya kita harus bayar sekian rupiah untuk lulus tes, sekian rupiah supaya bisa masuk sekolah (lewat jalur belakang). Masihkah ada korupsi semacam itu di sekolah? Mari kita laporkan untuk segera diberantas.

Ketika sesi diskusi dengan presentan ini, ada seorang bapak-bapak yang tetiba masuk dan ingin berbagi. Mungkin akan lebih baik kalau kata-kata bapak tersebut dalam bentuk kutipan

  • “Indonesia adalah orang-orang yang permisif, membiarkan kejahatan terjadi berulang-ulang seolah-olah kejahatan tersebut sudah menjadi budaya di Indonesia. Bayangkan, korupsi. Korupsi sudah menjadi budaya di Indonesia. Waktu saya hidup di Amerika, saya baca koran, tidak saya temukan berita korupsi (Hmm.. mungkin ditutup-tutupi kali Pak sama media di sana). Tapi ketika saya pulang ke Indonesia, rasanya kok setiap hari saya baca pemberitaan tentang korupsi. Membuat kepala saya pening.”
  • “musuh kita sebenarnya bukan orang jahat, tetapi orang baik yang tidak peduli – Socrates.
  • Orangtua juga mempunyai peran yang sangat penting pada tumbuh kembang anak.  Orangtua tidak memberi pelajaran ketika anak tidak jujur. Tau anak bohong, dibiarin aja. Orangtua perlu memberikan efek jera kepada anak. Orangtua juga perlu memberikan apresiasi ketika anak jujur. Perlu ditunjukkan bahwa jujur adalah sebuah prestasi.
  • Pendidikan itu penting. Mempraktikkannya kepada diri sendiri itu lebih penting
  • Menyuap, meskipun tidak merugikan Negara, tapi tetap saja itu adalah unfair business.

Pembicara ke tiga dari rumah bintang. Rumah bintang ini merupakan komunitas belajar untuk anak-anak. Ada kurikulum yang disusunnya, pengajar lepas, dan juga kegiatan-kegiatan luar yang mengandung nilai belajar dan nilai bersenang-senang. (cuma dapat penutupnya aja waktu sesi presentan dari rumah bintang, jadi ga seberapa lengkap)

Dan pembicara ke empat membicarakan tentang anakbertanya.com (anakbertanya.com merupakan situs di mana sang anak bertanya dan dijawab langsung oleh sang pakar). Karena rasa ingin tahu anak-anak sangat tinggi, terkadang para orangtua susah untuk menjelaskannya secara ilmiah. Profesor dari Matematika ITB dan kawan-kawannya kemudian membuat anakbertanya.com. Ada pula kegiatan off airnya, seperti kunjungan ke sekolah dengan beberapa pakar, demo di sana dan bermain bersama anak-anak. Para pakar pun dipilih sesuai dengan bidang keahliannya dan dibatasi hanya menjawab 1 atau 2 pertanyaan per tahun. Pembatasan ini dilakukan agar semakin banyak pakar yang berpartisipasi dan tidak hanya pakar itu-itu saja yang menjawab pertanyaan.

Banyak hal yang dibicarakan dari presentan ke empat ini (Prof Hendra Gunawan). Saya kutipkan beberapa dari beliau

  • Secara statistik, Indonesia mempunyai generasi emas di tahun 2020-2030 plus bonus demografinya.
  • Anak-anak adalah masa depan. Mereka adalah generasi yang akan meneruskan kehidupan. Mau seperti apa nantinya, harus kita persiapkan sebaik mungkin dari sekarang.
  • Salah satu masalah di generasi kita adalah tidak adanya role model.
  • Anak bisa blg cita2nya, tp blm tentu bisa sebutkan tokoh dari profesi yg dikagumi.

Satu hal yang menarik dari kata-kata beliau. “Anak-anak bisa bilang cita-citanya, tetapi belum tentu bisa sebutkan tokoh dari profesi yang dikaguminya”. Ketika anak ditanya, apa cita-citanya, hampir kebanyakan mereka menjawab dokter, pilot, insinyur, dan banyak profesi lain. Tapi ketika ditanya, “memang mau jadi dokter seperti dokter siapa?” Kalau ayah atau ibunya berprofesi sama, atau anak tersebut bercermin dari salah satu anggota keluarganya, anak akan bisa menyebut namanya siapa. Tetapi ketika tak ada gambaran, siapa nama yang akan anak-anak sebut? Ya, sepertinya Indonesia memang kekurangan figur inspiratif untuk dijadikan contoh. Apakah karena tidak ada sorotan khusus dari tiap profesi? Aku pikir ada. Tapi mungkin kurang terpublikasi. Tidak ada reward atau penghargaan khusus untuk orang-orang berdedikasi tinggi di profesinya yang dipublikasikan. Mungkin pencitraan itu perlu juga ya? Bukan untuk kepentingan politik tetapi untuk hal-hal positif yang bisa menginspirasi anak-anak untuk berlaku positif dalam hidupnya.

Advertisements
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Some Good Eats

Eat and don't worry about it

Anggriani

Bacalah! Tulislah !

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Catatan Bang Akrie

Simplicity.Humble.Joyfull

%d bloggers like this: