RSS

Maafkan aku, ayah dan ibu…

04 Jan

Hari ini, rasanya aku telah gagal menjadi seorang anak. Apa yang aku lakukan selama 24 tahun 9 bulan 18 hari terasa sia-sia. Termasuk membuat ayahku bangga saat menghadiri wisudaku bulan September 2011. Hari ini aku telah membuat ayah menangis ketika menyetir, bukan karena bahagia, tapi lebih karena rasa kecewa sekaligus marah karena anak perempuannya ini tak bisa mengurus dirinya sendiri. Tak pernah kulihat ayahku menangis. Bahkan ketika Juni 2011, ketika mbah yuk (panggilan kepada mbah putri, ibu dari ayahku) harus berpulang ke sisi Allah. Aku hanya melihat air matanya menggantung bahkan malah pasrah karena melihat kakek menjemput nenekku ketika malam (kakek sudah meninggal ketika ayah masih kecil). Kulihat ibu tidak menangis di mobil. Lebih tepatnya menahan tangis. Karena ketika sampai di rumah, ibu masuk kamar cukup lama. Ketika ibu keluar untuk melihatku, aku melihat matanya seperti habis menangis dengan suara berat.

Rasanya tangisanku bahkan tak mampu menebus tangisan ayah dan ibuku. Maafkan aku, ayah dan ibu. Anakmu ini selalu bandel, tidak pernah menuruti kata ayah sama ibu. Tak pernah mau disuruh olahraga. Tak pernah mau menghabiskan antibiotik yang dikasih dokter karena merasa sudah baikan, tidur setelah sholat shubuh, tidur ketika pagi, tidur terlalu malam. Setidaknya itu yang kalian eluhkan ke aku tadi. Iya, ayah dan ibu benar. Ayah dan ibu yang paling mengenalku, yang mengkhawatirkanku, yang merawatku karena rapuhnya aku secara fisik sejak berusia 2 minggu di dunia.

Aku sayang sama ayah dan ibu. Aku tak ingin membuat ayah dan ibu kecewa dan menangis lagi. I’ll be fine, Aku akan sembuh, Insya Allah.. I’ll take care of myself now and then… 🙂

Advertisements
 
3 Comments

Posted by on January 4, 2014 in catatan - catatan, curhat ringan

 

3 responses to “Maafkan aku, ayah dan ibu…

  1. amanda

    January 21, 2014 at 11:36 am

    innalillahi wa innalillahi rojiun…
    maaf mbak q baru tau klo mbah udah g da mbak…
    ikut berbela sungkawa mbak…

    sabar mbak,,,,
    revolusi 2014 harus lebih baik lagi y….
    semangat….
    ^_^

     
  2. rokhimatul

    January 23, 2014 at 8:19 pm

    Mbah yang di Gresik Nda… Bukan mbah yang di Malang… Hehe. Alhamdulillah mbah yang di Malang dua-duanya sehat..

    Iya Nda.. Sabar dan semangat ^_^
    Bantu doa
    Bantu semangat
    Bantu senang ya Nda? 🙂

     
  3. amanda

    February 6, 2014 at 9:53 am

    oki doki

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Some Good Eats

Eat and don't worry about it

Anggriani

Bacalah! Tulislah !

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Catatan Bang Akrie

Simplicity.Humble.Joyfull

%d bloggers like this: