RSS

Monthly Archives: March 2014

Inspirasi hari ini

DSC_0105-1

“Find your passion. Live your dream. And you will feel happier in life”

Heeeiii!!! Hari ini aku ikutan acara ini! Nama acaranya Lego Ergo Scio yang artinya saya baca maka saya tahu yang diadakan di kampus sendiri, ITB. Tau acara inipun ga sengaja gara-gara lihat tweetnya Om @pandji Pragiwaksono dan melihat salah satu pembicaranya di situ tertulis Arbain Rambey. Wow! Awalnya aku hanya sekedar suka fotografi tanpa tahu orang-orang yang terjun di dalamnya. Aku hanya pernah dengar Om Darwis. Kemudian ada teman kuliah yang juga suka fotografi menyebut nama Arbain Rambey dan aku membuka websitenya. Kereeen! Foto-fotonya… Mulai juga ngikutin acaranya Klik Arbain Rambey yang selalu bikin ngiler dengan perlengkapan fotgrafinya, lensa-lensanya. Amazing!

Awalnya aku mengabaikan 2 orang pembicaranya. Aku ga seberapa kenal dan ga pengen kenal. Tapi aku tahu aku salah besar!!! Setelah mendengarkan pembicara pertama, Mbak Trinity, penulis The Naked Traveler, mendengarkan kisah beliau keliling Indonesia, keliling dunia, uwaaahh… Rasanya iri sangat. Wawasannya Mbak Trinity luas banget karena saking seringnya jalan-jalan. Emang udah jadi passion Mbak Trinity untuk menulis, jalan-jalan dan menulis apa yang dirasakan atau ditemui selama perjalanan. Maka jadilah buku The Naked Traveler ini yang katanya diawali dari menulis yang dibagikan kepada teman-temannya dan temannya menyarankan untuk menulis di blog dan kemudian menjadi buku.

Pembicara kedua, Om Pandji Pragiwaksono, rapper, penulis, stand up komedian. Awalnya aku beneran cuek aja sama beliau. Emang bener deh ya tak kenal maka tak sayang. Selama sesinya Om Pandji, aku banyak melongo. Hebat ya, masih ada orang yang nasionalismenya tinggi sama bangsanya sendiri di jaman sekarang di saat orang lain memilih untuk apatis dengan negaranya. Masih ada orang yang berpikiran positif dengan bangsanya di tengah carut-marutnya negeri ini. Hah… Saking banyaknya yang Om Pandji omongin dan ga aku catat (karena aku pelupa), sampe bingung mau cerita dari mana πŸ˜€ Oke, mungkin dari bagian ini. “Sering kita denger kata ‘bagaimana cara mengembangkan minat baca di Indonesia'”. Kata-kata itu kurang tepat kata beliau. Yang lebih tepat adalah “bagaimana cara menemukan minat. titik”. Sudahkah orang-orang Indonesia menemukan minat dirinya? Sudahkah orang-orang Indonesia berhenti menjadi dead man walking untuk mengejar mimpinya? Silakan dijawab sendiri sendiri. Intinya, jika kita sudah menemukan passion kita, mimpi yang ingin kita wujudkan, kita akan jadi lebih gencar untuk berkarya. “Hidupilah mimpi-mimpimu,” begitulah kata Om Pandji yang juga merupakan pesan dari ayah beliau. πŸ™‚

Pembicara terakhir. Tadaaaa. Om Arbain Rambey. Ngomongin fotografi jurnalistik. Uwaaahh. Kereen. Beliau juga mengajarkan teknik dasar fotografi yaitu posisi, komposisi, dan momen. Kalau ngomongin fotografi jurnalistik, banyak sekali tantangannya. Karena memang momen sepersekian detik sangat menentukan hasil gambar, posisi yang pas dan komposisi yang pas sangat mempengaruhi makna dari gambar yang diambil. “Bahkan seorang fotografer jurnalistik, foto itu harus sudah jadi bahkan sebelum dipotret”, begitu yang aku kutip dari beliau. Artinya, sebelum kita berangkat ke lokasi kejadian, kita harus tahu foto seperti apa yang ingin kita dapatkan, di mana dan bagaimana kita bisa mendapatkan foto tersebut. Semuanya sudah diatur sebelum berangkat memotret. Oh ya, buat para pemula, kata Om Arbain, kalau mau belajar fotografi, tidak hanya belajar memotret, tidak perlu membeli kamera terlebih dahulu. Kita belajar dari otak kosong dengan cara melihat gambar dan berpikir dua hal dari gambar itu. 1. Kok bisa gambar itu bagus, apa unsur gambar itu bisa dibilang bagus. 2. Bagaimana cara mengambil gambar sehingga hasilnya bisa sebagus itu.Β  *oke suhu, Anda benar*

Ahh… Keren banget hari ini! Selama berbulan-bulan, rasanya tidak pernah sesemangat ini. Oh ya, btw, MCnya keren hari ini! No, bukan keren secara fisik. Tapi keren cara ngMCnya. Lucu. Ingatannya kuat. Wawasannya luas banget! Gokil lah. Pinjam istilah gila juga boleh. Membuatku akhirnya jadi kangen dunia broadcasting. Karena sudah bisa ditebak, ngMC seperti itu biasanya diawali dari sebagai penyiar radio dan ternyata aku benar πŸ˜€ Aku jadi kangen ngMC lagi. Tapi aku belum bisa sekeren mas itu. Uuuhh. Bikin sebel juga sih… Iri πŸ™‚

Inti dari semua pembicara jika aku boleh menyimpulkan adalah, kenali dirimu, kenali potensimu, lakukan apa yang kamu suka maka hasilnya akan jauuuh lebih menyenangkan untuk dinikmati diri sendiri terutama orang lain. Dan satu hal, perluas wawasanmu dengan banyak membaca.

Hari ini buatku seperti kata-katanya Om Pandji, “Find your passion. Live your dream. And I feel alive” πŸ™‚

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on March 18, 2014 in catatan - catatan, curhat ringan

 

Mimpi

“Tulislah mimpi-mimpimu. Karena mimpi yang ditulis lebih diingat dan lebih dekat untuk menjadi kenyataan.”
“Jangan abaikan mimpi. Karena sungguh Tuhan itu Maha Mendengar.”

Beberapa hari ini aku panik. Mencari sesuatu yang ga ketemu-ketemu. Daftar mimpi di tahun 2014! Tiap tahun aku selalu menulis mimpi atau target baik jangka pendek maupun jangka panjang. Orang menyebutnya resolusi. Aku cari di buku 1, buku 2, buku 3, ga ada. Di kertas-kertas daftar mimpi tahun kemarin juga ga ada. Baru sadar kalo waktu taun baru lagi terbaring sakit. Jadi bisa dipastikan aku menulis ingin cepat sembuh. Dan benarlah, aku nemu di notes di laptop yang isinya kurang lebih seperti itu. Dan bongkar-bongkar file word lagi, ketemulah resolusi tahun 2014 ini. Aku udah nulis resolusi ini sejak November ternyata. Ini nih yang aku cari. Dan setelah membaca daftar mimpi tahun 2014 (dan juga tahun 2013) entah kenapa aku jadi lebih bersemangat.

Dalam hidup, menurut kacamataku, kalau udah ga ada yang dicari lagi, kalo udah ga ada mimpi yang dikejar, kalo udah ga ada tujuan untuk diperjuangkan, ya habislah sudah, hidup akan terasa datar aja ga ada semangatnya. Itulah yang aku rasakan akhir-akhir ini. Rasanya aku udah lupa mimpi-mimpiku. Hidup jadi ga semangat, ga ada gairah hidup sama sekali. Hidup segan mati tak mau (padahal inih lagi deadline proposal dan pengerjaan tesis). -_- Maka aku tahu apa yang sangat aku butuhkan. Membaca mimpi-mimpi yang telah aku tulis…

Dan well, to be honest, kuliah di ITB sekarang ternyata udah jadi mimpiku sejak kuliah di bangku S1. Aku nemu coretan ingin melanjutkan kuliah di ITB di modul kuliah pas tahun ke 2 atau ke 3 gitu, lupa. Dan Alhamdulillah, Allah mengabulkan mimpiku.

So, keep dreaming everyone πŸ™‚

 
Leave a comment

Posted by on March 18, 2014 in catatan - catatan, curhat ringan

 

Rasa Malu

“Sebuah kesalahan yang dilakukan berulang-ulang, kalo dibiarkan lama-lama bisa dianggap sebagai sebuah kebenaran”

Entah kenapa saya menemukan kata-kata itu di sebuah buku. Dan entah kenapa hal itu saya benarkan. Saya hidup di Indonesia. Hidup di Indonesia itu berarti ribet. Diikat dengan norma masyarakat / norma sosial, norma agama, dan norma apalagi? Norma-norma tersebut tertulis dan tidak tertulis. Dan seringnya, yang tidak tertulis jauh lebih banyak daripada yang tertulis (untuk norma masyarakat / norma sosial). Jadi, bagi yang sadar dirinya tinggi, rasa malunya tinggi, biasanya penerapan norma masyarakat / norma sosialnya bagus. Kita tidak menganut adat budaya barat di mana kita bisa tinggal serumah dengan lawan jenis tanpa ikatan pernikahan seenaknya. Pun bagaimana cara bergaul antara laki-laki dan perempuan. Adat ketimuran biasanya menganut budaya malu yang tinggi sehingga ada juga istilah malu-malu kucing. Kita tidak bisa berpakaian seminim orang barat. Jangankan ketika berpakaian biasa, di pantai pun, kita masih disuruh punya rasa malu dengan memakai pakaian tipis dan bukan bikini seperti di Hawaii. Tapi rupanya sekarang sudah rasa malu itu sudah tidak ada lagi (bagi beberapa orang). Paha dan dada di mana-mana. Mungkin sebagian orang menganggap “yaa sudah biasa, mau gimana lagi…” Kalau pahanya mulus bak model profesional, mungkin masih oke kali ya. Nah kalo paha dan kakinya banyak tatonya, masa ga malu? Belum lagi bentuknya yang tidak aduhai seperti pemukul yang dibawa pak hansip atau singkong yang kecil di atas dan besar di bawah. Kasian yang melihat. Sungguh.

Sekarang saya ingin menulis yang mengganggu pikiran dan mata saya akhir-akhir ini. Apa sih yang disebut dengan pacaran? Menurut saya ketika dua orang yang berkomitmen untuk menjalani sebuah hubungan bernama pacaran. Apa yang dilakukan ketika berpacaran? makan, jalan, jajan, nonton, foto berdua, makan eskrim di taman, itu adalah hal yang wajar. Masakin buat pacar, ngapel tiap malam minggu, itu juga hal yang wajar. Pegangan tangan, pelukan, ciuman juga hal yang wajar (saya ndak bilang itu semua halal untuk dilakukan loh). Tapi wajar ga sih ketika kamu hidup di kosan dan kamu membawa pasanganmu ke dalam kamar? Iya, kamar pribadimu. Hati dan pikiran saya masih tidak bisa menerimanya. Mungkin harusnya dulu pas saya pacaran saya melakukannya kali ya, biar tau ngapain aja di dalam kamar pasangan, toh dia sempat mengajak saya masuk ke dalam kamarnya. (Ampuni saya Tuhan) Setan ada di mana-mana, apalagi ketika berduaan dengan lawan jenis. Nah kalo iman saya dan iman dia kuat sih gapapa, kalo engga? Bahaya kan… Kalau pacaran itu adalah melakukan hal-hal yang semacam itu, mungkin sebaiknya saya langsung menikah saja. Ga ada bedanya kan? Saya bisa ngapain aja malah sama pasangan saya. Berduaan di kamar, oke. Pegangan tangan, pelukan dan ciuman apalagi. Semoga saya masih punya rasa malu. Terakhir saya sadari, saya pernah kehabisan rasa malu di tahun 2009. Semoga isi ulangnya cukup sampe tua…

 
 
The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Some Good Eats

Eat and don't worry about it

Anggriani

Bacalah! Tulislah !

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Catatan Bang Akrie

Simplicity.Humble.Joyfull