RSS

Monthly Archives: July 2014

Ibu yang Kuat

Tuhan, seorang ibu itu terbuat dari apa sih? Kok bisa kuat banget  :’)

Tuhan, jaga dia selalu ya…

Aku mencintainya, ibuku itu…

 
Leave a comment

Posted by on July 21, 2014 in Uncategorized

 

Menjadi Pengasuh Bayi

Ibu : Halo, dedek, lagi ngapain?
Anak : Lagi liat tv.
Ibu : Dedek udah makan belum?
Anak : udah.
Ibu : Pake lauk apa?
Anak : ini, pake ikan mas.
Ibu : Wah… enak dong! Dedek masih pusing kepalanya? Dedek jangan hujan-hujan ya. Obatnya jangan lupa diminum. Nanti jangan lupa bobo siang ya dek…
Anak : Ibu kapan pulang?
Ibu : Kan ibu pulang pas lebaran. Bentar lagi ya dek… Nanti ibu sama dedek main lagi ya… Nanti lama mainnya.

Itu sekilas percakapan baby sitter (nanny) yang ada di rumah (kosan) dengan anaknya yang masih kecil. Ada rasa haru ketika mendengarnya. Eits, bukan mencuri dengar ya! Karena memang kamar si nanny dengan kamarku berhadapan dan nanny selalu me-loud speaker- HPnya ketika telepon. Masa aku harus menutup telinga dengan bantal? Kan ga gitu juga kalee…

Hari demi hari, aku melihat menjadi seorang pengasuh bayi bukanlah pekerjaan yang mudah. Terlebih ibu dulu sempat punya pengasuh bayi tapi ga cocok karena pengasuh bayinya jorok dan ga cekatan. Baru-baru ini juga seorang teman berganti-ganti pengasuh bayi karena pengasuh bayinya bermasalah, tetangga yang berganti-ganti pengasuh bayi karena ga betah kerja. Ada juga bayi yang diculik sama pengasuh bayinya sendiri. Pekerjaan sebagai pengasuh bayi benar-benar membutuhkan dedikasi yang luar biasa, istilahnya berdedikasi tinggi. Pekerjaan yang memaksa untuk meninggalkan rumah, meninggalkan keluarganya di rumah, bahkan anaknya sendiri. Pengasuh bayi rela mengurus anak orang ketimbang mengurus anak sendiri di rumah. Pekerjaan ini juga berhubungan dengan nyawa seorang anak, tumbuh kembang seorang anak. Coba bayangkan kalau seorang pengasuh bayi ga telaten mengurus anak. Anak lapar dibiarkan. Anak kotor ga dimandiin. Anak dicuekin, dibiarkan main sendiri. Ga diajak ngomong ketika waktunya belajar ngomong. Ga ditimang-timang ketika nangis. Ga ditatih ketika seharusnya belajar berjalan. Tumbuh kembang anak akan terhambat bukan?

Sekilas tugas seorang pengasuh bayi mirip dengan tugas orangtua ya? Tapi tentu saja berbeda. “Pengasuh bayi adalah orang yang kau gaji untuk mengasuh bayimu, bukan menggantikan peranmu sebagai orangtua”- kata teman. Ketika kebersamaan dengan anak hanya singkat dalam sehari, maksimalkan waktu yang ada untuk melakukan interaksi dengan anak. Anak juga menangis, maka tenangkanlah, beri rasa nyaman. Anak juga makan, maka suapi ia dengan tanganmu. Anak juga tidur, maka timang ia, tidurkan ia di pelukanmu. Anak perlu kenal siapa orangtuanya, siapa yang benar-benar menyayanginya, yang rela bekerja pagi sore siang malam untuk membahagiakannya, yang rela meninggalkannya demi pekerjaan di kantor yang juga menjadi kewajibannya untuk dikerjakan. “Anak-anakmu mungkin butuh uang, tapi ia juga butuh bangga siapa orangtuanya”- kata Pidi Baiq. Will a child proud of her/his parents when they have no time for her/him? I don’t think so… Kalau sudah jauh aja sama anak, baru deh kerasa…

Dan satu lagi, hanya karena kamu membayarnya, tidak berarti kamu memiliki seluruh waktunya. Hanya karena kamu membayarnya, tidak berarti kamu bisa bertindak semena-mena. Kalau kau tidak puas dengan hasil kerjanya, kau bisa menegurnya baik-baik. Mereka para pekerja juga manusia, yang harus dimanusiakan, karena memang mereka adalah manusia. Mereka juga punya perasaan loh…

 
Leave a comment

Posted by on July 8, 2014 in Uncategorized

 

Ayahku yang Hebat

Ayahku yang hebat. Tapi aku lupa belajar untuk menjadi hebat seperti beliau.
Ayahku yang hebat. Yang kupikir akan menemani ibu untuk menghadiri wisuda.
Ayahku yang hebat. Yang kupikir akan menjadi waliku ketika aku menikah nanti.
Ayahku yang hebat. Yang kupikir akan hidup selamanya. Tapi ternyata aku lupa. Bahwa semua ada masanya. Bahwa ayah juga punya Allah.
Ayahku yang hebat. Kini pindah dimensi.

7 Juli 2014. 3 Bulan kepergianmu… Selamat jalan ayah. Aku menyesal tidak memelukmu di akhir hayatmu. Aku menyesal tidak mencium pipimu, seperti yang kau lakukan padaku ketika dulu. Aku menyesal tidak berada di sisimu di detik engkau pergi. Seandainya aku tahu itu adalah hari terakhir kita bertemu…
Oh ayah, aku mencintaimu. Maafkan aku yang selalu membuatmu sedih dan masih saja mengecewakanmu. Maafkan aku, aku bahkan tidak bisa mengatakannya secara langsung, bahwa aku sangat mencintamu, ayah… Terima kasih karena telah menjadikanku seperti ini. Terima kasih karena selalu mencintaiku, menyayangiku dan merawatku. Terima kasih telah menjadi ayah yang hebat 🙂

 
Leave a comment

Posted by on July 8, 2014 in Uncategorized

 
 
The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Some Good Eats

Eat and don't worry about it

Anggriani

Bacalah! Tulislah !

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Catatan Bang Akrie

Simplicity.Humble.Joyfull