RSS

Monthly Archives: December 2014

“Kamu belum ngerasain gimana rasanya jadi orangtua…”

Ayah selalu bilang, “kamu ga ngerasain sih gmn rasanya jadi orangtua”… Bertahun-tahun aku banyak berpikir dan mencoba merasakannya. Tapi aku gagal. Hahaha. Yaiyalah orang aku belum jadi orangtua. Tapi 3 tahun belakangan ini, aku dapat banyak sentilan perasaan… Dan ternyata jadi orangtua itu… Bukan hal mudah. Aku ga bisa membandingkan orangtua satu dengan orangtua lain. Karena setiap orangtua punya caranya sendiri dalam merawat, menjaga dan membesarkan anaknya. Aku juga ga bilang orangtuaku sempurna dan berhasil mendidikku. Aku akan sadar kalau orangtuaku berhasil mendidikku kalau aku berhasil mendidik anak-anakku dan keturunanku kelak untuk selalu berada di dalam jalan kebaikan. Biarlah sukses itu menjadi standar urusan anak-anakku sendiri. Yang jelas, anak-anakku nanti harus bisa lebih berhasil dari aku dan ayahnya. Iya, hasil mendidik seorang anak itu ga cuma jangka pendek, tapi juga jangka panjang, kupikir begitu…

 
Leave a comment

Posted by on December 15, 2014 in catatan - catatan, nostalgia

 

Why my dad said no

Saat itu kelas 2 SMP (atau mungkin kelas 3, lupa), Film Harry Potter yang kedua baru rilis di bioskop. Karena di Gresik tidak ada bioskop, teman-teman mau berangkat ke Surabaya seusai pulang sekolah. Hati siapa yang tidak tergoda untuk ikut. Aku kemudian ke wartel sebelah sekolah untuk menelepon rumah, niatnya minta ijin untuk ikut teman-teman. Eh pas bilang ke ayah, ayah langsung dengan tegasnya bilang, “pulang!”. Udah merengek-rengek dan tidak berhasil. Walhasil aku nangis di wartel. Hahaha. Teman-teman menghiburku tapi ya pergi juga tanpa aku. Huaaa… Kesel dong! Di rumah aku marah-marah, kenapa ayah ga percaya sama aku padahal orangtua anak-anak lain boleh kok berangkat ke Surabaya. Ayah juga marah, bilang ga boleh ke Surabaya tanpa ayah. Iiihh kenapa sih! Padahal Surabaya juga deket. 1 jam dari Gresik. Waktu itu alasan ayah karena Surabaya itu ga aman, rawan kriminal, kecopetan di jalan, kena hipnotis (waktu itu namanya gendam), banyak. Ya sudah. Pasrah… Mau gmn lagi?

 
Leave a comment

Posted by on December 15, 2014 in catatan - catatan, nostalgia

 

A dad and his little girl

Kemarin di salah satu tempat belanja, liat anak kecil yang gendut mungkin anak TK atau SD gitu ya, manjaaa banget sama ayahnya, minta gendong, dan ayahnya dengan tersenyum menyambut pelukan anaknya kemudian menggendongnya 🙂 How cute it was! Ayahnya tubuhnya besar dan tinggi proporsional, berotot, jadi untuk menggendong anaknya yang udah gede masih oke-oke aja. Dan tiba-tiba air mataku meleleh… :’) Aku ingat masa lalu… Ayahku dulu pasti sering menggendongku seperti itu. I’m daddy’s little girl 🙂 Setiap anak peremupan pasti jadi anak kesayangan ayah. And somehow, I miss that moment :’) Kira-kira, anakku nanti kayak gitu ga ya sama ayahnya? Apa ayahnya bakal memanjakannya seperti ayahku memanjakanku? Apa ayahnya bakal punya waktu untuk diluangkan bersama si kecil? Will he love our children like he ever did? Ahh~ I wonder…

 
Leave a comment

Posted by on December 15, 2014 in catatan - catatan, nostalgia

 

Balada Biola (2)

Setelah putus senar G, sekarang tailgutnya aus. Screw adjustment di tailpiece patah di senar D dan E. Subhanallah! Galaauu. Karena apa? Pertama karena saya dikejar tesis. It takes time to fix. Yah karena aku ga tau apa-apa, masih browsing-browsing dulu. Kebetulan stok tail piece di toko musik kemarin kosong. Jadi harus muter-muter ke toko musik lain. Oh my… Kedua, saya ingin beli barang lainnya, rubber mute, senar d’addario, digital tuner T.T.
Pantesan waktu aku puter-puter kok kendor banget screw adjustmentnya (atau apalah itu namanya, aku masih belum tau). Pas aku puter-puter tuning pegnya kok gambang banget balik lagi, ikutan kendor juga. Jadi ternyata ya itu tadi penyebabnya. Mungkin itulah alasan kenapa biola ini ga bisa dipake. Karena kalau dipake sebenernya bisa bahaya. Kalau patah tailgutnya,bisa melukai daerah dagu dan kepala. Apalagi tarikan senar biola itu dahsyat. Kan serem (kata masnya yang gantiin senar dan nyetemin)
Uaahh… Sekarang aku tahu. Terima kasih masnya 🙂

Masih pemula. Masih harus banyak belajar ^_^
(Mungkin memang disuruh fokus ke tesis terlebih dahulu. Yatta!)

 
Leave a comment

Posted by on December 1, 2014 in catatan - catatan, curhat ringan

 

Multilevel Kebaikan

“Barangsiapa yang menunjukkan sebuah kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala sebanyak orang yang mengikuti atau mengamalkan kebaikan tersebut”

Ngomongin soal kebaikan, aku ingat kata-kata dosen. Dan saya salut sama beliau. Satu hal perkataan beliau yang paling saya ingat, “Multilevel kebaikan”. Beliau selalu menyebutkan di depan kelas. Betapa berbuat baik itu berkah, barokah. Setiap kebaikan yang dilakukan akan menghasilkan kebaikan yang lain. Saya lupa pastinya bagaimana kata-kata beliau. Intinya sih banyak-banyaklah berbuat baik karena kebaikan itu akan terus mengalir untuk diri sendiri dan sesama. Iseng-iseng browsing istilah ini, saya pun nemu artikel yang menyertakan hadist di awal pertama kali saya menulis postingan ini. Ga akan rugi kok berbuat baik. Berbuat baik bisa dimulai dari hal-hal remeh yang mungkin buat kita sangat sepele tapi bermanfaat untuk orang lain. Misalnya ketika di tengah jalan ada batu yang bisa bikin orang lain cidera, kemudian kita meminggirkannya, itu juga kebaikan.

Kalau gitu, yuk, fastabiqul khoirot 🙂
*fastabiqul khoirot = berlomba-lombalah dalam kebaikan*

 
Leave a comment

Posted by on December 1, 2014 in curhat ringan

 
 
The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Some Good Eats

Eat and don't worry about it

Anggriani

Bacalah! Tulislah !

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Catatan Bang Akrie

Simplicity.Humble.Joyfull