RSS

Why my dad said no

15 Dec

Saat itu kelas 2 SMP (atau mungkin kelas 3, lupa), Film Harry Potter yang kedua baru rilis di bioskop. Karena di Gresik tidak ada bioskop, teman-teman mau berangkat ke Surabaya seusai pulang sekolah. Hati siapa yang tidak tergoda untuk ikut. Aku kemudian ke wartel sebelah sekolah untuk menelepon rumah, niatnya minta ijin untuk ikut teman-teman. Eh pas bilang ke ayah, ayah langsung dengan tegasnya bilang, “pulang!”. Udah merengek-rengek dan tidak berhasil. Walhasil aku nangis di wartel. Hahaha. Teman-teman menghiburku tapi ya pergi juga tanpa aku. Huaaa… Kesel dong! Di rumah aku marah-marah, kenapa ayah ga percaya sama aku padahal orangtua anak-anak lain boleh kok berangkat ke Surabaya. Ayah juga marah, bilang ga boleh ke Surabaya tanpa ayah. Iiihh kenapa sih! Padahal Surabaya juga deket. 1 jam dari Gresik. Waktu itu alasan ayah karena Surabaya itu ga aman, rawan kriminal, kecopetan di jalan, kena hipnotis (waktu itu namanya gendam), banyak. Ya sudah. Pasrah… Mau gmn lagi?

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 15, 2014 in catatan - catatan, nostalgia

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Some Good Eats

Eat and don't worry about it

Anggriani

Bacalah! Tulislah !

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Catatan Bang Akrie

Simplicity.Humble.Joyfull

%d bloggers like this: