RSS

Monthly Archives: January 2015

Mau naik Bus Bandros. Di mana?

Pasti pada penasaran sama Bus yang satu ini. Bandros, yang merupakan kependekan dari Bandung Tour on Bus, menjadi sarana untuk mengelilingi beberapa wilayah di kota Bandung. Sudah beroperasi sejak pertengahan tahun 2014 dan masih diminati hingga sekarang. Karena armadanya masih sedikit, jadi wajar saja kalo yang beli masih mengantri bahkan kehabisan tiket (seperti saya tempo hari). Sempat berlokasi di Taman Kandaga Puspa (Taman Bunga, belakang Taman Lansia) untuk membeli tiketnya, lalu pindah ke Taman Cibeunying dan (karena merusak lahan rumput di taman), akhirnya tempat untuk naik turunnya penumpang pindah ke Alun-Alun Bandung (yang dekat ruas jalan Asia Afrika). Jam 2 siang ke sana, tiket sudah habis sodara-sodara. Stand penjual tiket buka sejak jam 8 pagi. Jadi buat yang ingin naik Bandros, datang pagi-pagi biar ndak kehabisan tiket ya 😉 Bandros beroperasi sebanyak 8 kali putaran tiap harinya. Dan setiap putaran, bus mengangkut 30 (atau 40 orang ya? Lupa euy). Bandros sendiri beroperasi dari hari Sabtu – Kamis jam 08.00 – 16.00. Untuk harga tiket, lupa ga nanya kemarin. Abisnya udah jengkel karena kehabisan. Hehehe.

Bandros

Bandros

Bandros

Bandros

 

Dialog yang monolog

Aku menulis untuk menasehati diriku sendiri- Austin Kleon

steal like an artist

Habis baca buku, Steal Like an Artist oleh Austin Kleon. Bukunya sedikit berat buat saya. Berat dalam mencernanya, menerapkannya juga. Cuma karena buku itu ringkas dan ga basa-basi, jadi terasa ringan. Di awal buku itu, si Austin menceritakan, barangkali orang memberikan nasehat berdasarkan pengalaman yang pernah terjadi di masa lalunya kemudian menasehati orang itu seperti nasehat yang diberikan kepada dirinya sendiri. Itu juga yang selalu aku lakukan. Aku menulis untuk mengingatkan diri sendiri, untuk menasehati diri sendiri, untuk sebuah dialog yang monolog.

Banyak orang menulis untuk menyuarakan isi hatinya. Tetapi maaf, aku menulis untuk mendengarkan kata hatiku sendiri. – Pidi Baiq.

Barangkali benar kata surayah barusan… 🙂

 
Leave a comment

Posted by on January 17, 2015 in catatan - catatan, curhat ringan

 

Senyum sore ini

Hmm 🙂 Sederhana saja… Hal sederhana yang membuatku tersenyum sore ini adalah melihat anak kecil berlarian main petak umpet. Hey anak-anak! Aku iri sama kalian! Masih lucu kalo anak kecil main petak umpet, berpencar sana-sini, lari kenceng, teriak rame-rame. Sesuatu yang tidak mungkin dilakukan ketika beranjak dewasa. Mana ada anak kuliahan main petak umpet? Berani malu? 😀 Yang ada, lari-lari karena telat *iya, itu gue, tapi itu gue yang dulu. Ok? :D*

Ada hal-hal yang dulu ketika kita masih anak-anak, semuanya terasa lucu ketika dilakukan. Ada juga hal-hal yang tidak bisa kita lakukan jika kita belum dewasa. Jadi ya.. Nikmati saja. Semua ada masanya 🙂

 
Leave a comment

Posted by on January 16, 2015 in catatan - catatan, curhat ringan

 

Bincang-bincang dengan Dosen Pembimbing

Aku selalu suka tiap dosen pembimbingku ngobrol panjang lebar. Aku selalu dapat pengetahuan baru. Maklum, aku masih minim pengetahuan dan pengalaman, yang aku lihat, aku pikirkan dan aku perbincangkan juga itu-itu aja sudut pandangnya. Tapi ketika sesepuh yang berbicara… That would be different 😀

So excited sama apa yang beliau bicarakan. Selalu saja dengan kalimat pembuka yang tak terduga-duga dan berbuntut panjang lebar. Apa ya tadi kalimat pembuka dari beliau? Oh ya, “saya sebel dengan ramainya berita akhir-akhir ini. Kayak orang bego” . Yang beliau maksud ternyata ya apalagi kalau bukan hilangnya pesawat AirAsia QZ8501. Yah, mungkin kita sering dengar ya, tim pencarian yang awalnya maju untuk mencari di tengah laut, lalu tiba-tiba mundur karena ombak setinggi 4 meter. Padahal tim Basarnas sebelumnya sudah mengecek foto satelit kalau keadaan laut aman untuk dilalui. Komentar beliau “Aneh. Kayak kita ga punya BMKG aja. Mana bisa tinggi ombak bisa dilihat dari atas? Foto satelit kan ngambilnya dari atas. Harusnya untuk tahu yang seperti ya pake radar cuara. Nah masalahnya, saya browsing-browsing, kita ga punya radar cuaca di darat. Radar cuaca itu adanya cuma di Bandara. Padahal kalo di negara Amerika sana, punya radar cuaca di banyak titik. Radar cuaca memang adanya di Bandara. Penting. Untuk tahu cuaca di tempat asal untuk berangkat dan tahu cuaca di tempat tujuan untuk landing. Masa iya yang disalahkan pesawatnya? Kayak orang buat pesawat ngasal aja, ga pake ilmu dan ga tahu tekniknya. Yang buat pesawat kan sudah memperhitungkan, bagaimana kalau ada petir, bahkan pesawat di negara 4 musim, sayap pesawat sudah memiliki sistem untuk menghindari icing ketika suhu berubah terlalu ekstrim.” Beliau juga mengatakan “mana ada awan Cumulous Nimbus yang disalah-salahkan. Kan tiap terbang juga masuk ke awan. Ga ada masalah sama awan. Mereka cuma ga bisa awas aja sama storm cell. Nah, untuk tahu storm cell, pilotnya harus selalu komunikasi dengan bandara.” Wah.. Ga tau deh. Hehehe. Dikit-dikit nangkep. Yang bisa kutangkap yang kutulis, kalo ga jelas, aku hilangkan, daripada aku salah dan jadi mispersepsi. Jadi lebih bahaya…
Fyuh….

 

2 hari sebelum seminar tesis

Sekarang tanggal 7 Januari 2014. Alhamdulillah akhirnya setelah ‘menodong’ seminar, disetujui. Alhamdulillah, ruangan OK, dosen pembimbing 2 OK, TU IF dan TU LSS juga OK. Alhamdulillah hari ini lancar.
Seminar tanggal 9 Januari 2014. Angka 9, angka favoritku. Bismillah semoga lancar untuk seminarnya.
Besok tanggal 8 Januari 2014. Ada waktu untuk membuat makalah dan slide presentasi. Dan melengkapi dan memperbaiki yang kurang dan masih salah.
Tapi entah kenapa malam ini nervous sekali. Wah ga asik nih, ndredegnya kok mulai dari sekarang.
Sepertinya besok aku butuh morfin, akan butuh banyak penenang. Pelukan mana pelukan?!

Ini masih seminar ih. Kok nervousnya ga ketulungan dari sekarang. ih ih ih. Ga asik nih.
Bismillah semoga lancar. Bismillah setelah seminar bisa accept sidang. Biar bisa cepat lulus. Ga perlu bayar iPhone ke kampus. Biar bisa jalan-jalan keliling Bandung lalu kembali pulang ke tempat peraduan. Eh, ga juga deh. Main dulu ke Cilegon, mengunjungi para ibu hamil, Mey dan Zuni. Trus ke Padalarang, mengunjungi ibu hamil juga, Eka. Trus ke Jogja, mengunjungi adik kembar. 😀 Lalu pulang. Mengunjungi rumah ayah, memberikan kabar gembira, kalau aku lulus! Akhirnya, ayah! Anakmu ini lulus juga :’)

Bismillah semoga sidangnya nanti juga lancar. Berharap sebelum sidang ada yang datang dan memberikan pelukan. Haha. Tapi tidak mungkin. Mungkin sih.. Tapi…Itu dulu. Sekarang tidak. Minta peluknya berupa do’a dari jauh aja ya 🙂

Bandung, 7 Januari 2015. 11.04 PM.

 
Leave a comment

Posted by on January 8, 2015 in catatan - catatan, curhat ringan

 

Tags:

 
The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Some Good Eats

Eat and don't worry about it

Anggriani

Bacalah! Tulislah !

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Catatan Bang Akrie

Simplicity.Humble.Joyfull