RSS

Eksekusi terpidana mati, menurut ngana?

25 Feb

Akhir-akhir ini banyak sekali berita negatif tentang Indonesia. Betapa carut marutnya negeri ini.. Kalo boleh pinjam bahasa alay, “huffhh capek deh”. Kali ini yang sedang ramai dibicarakan, tentu saja, seputar hukuman mati terhadap tersangka drugs dealer a.k.a perdagangan narkoba. Indonesia mendapatkan banyak kecaman dari berbagai pihak, berbagai individu, hingga berbagai negara. Ya tentu saja, karena tersangkanya menyeret beberapa warga negara asing dari beberapa negara. Ada juga yang setuju dengan eksekusi mati ini karena putrinya meninggal karena heroin (baca: Ibu Warga Australia Dukung Indonesia Eksekusi Mati Pengedar Narkoba). Ibu itu juga menyebutkan, beruntung gembong narkoba tersebut ditangkap di Bali. Kita tidak pernah tahu berapa banyak korban yang akan jatuh jika mereka masih berkeliaran.

Ya! Indonesia memang menjadi sasaran empuk para pengedar narkoba dan juga sebagai ‘tempat transit’ barang haram tersebut. Jangan ada lobi-lobi lagi tentang hukuman kepada pengedar narkoba dan harusnya korupsi juga. Biar bisa jadi bukti bahwa Indonesia bukan negara yang mudah diintervensi untuk ketegasan di ranah hukum yang tajam ke atas dan tumpul ke bawah, eh kebalik . Beberapa kasus yang sama juga terjadi di masa kepemimpinan presiden-presiden sebelumnya. Namun masih bisa mendapatkan grasi dari presiden (baca: Dua warga Australia mendapatkan grasi dari presiden terdahulu).

Sebagai sesama manusia, saya masih tidak bisa mengiyakan untuk hukuman mati. Apalagi jika melihat mereka (para terpidana) berkontribusi secara positif kepada Indonesia (baca: Komnas HAM kunjungi Duo Bali Nine). Tapi mengingat dampak yang akan ditimbulkan ketika mereka tetap dibiarkan berkeliaran, mendapatkan grasi dan bebas yaitu bisa membunuh banyak nyawa orang dan tidak memberi efek jera untuk pengedar lainnya, sepertinya sepadan 🙂 Kita tidak sedang membicarakan pengguna narkoba, tapi gembongnya, bandarnya. Urusannya akan panjang memang, karena menyangkut hubungan diplomatik Indonesia dengan Brasil, dengan Australia, urusan hubungan kerja, dll. Ya, Indonesia harus tegas untuk urusan hukum yang… Ah sudahlah.

Eniwei, sejak kapan saya ngomentarin urusan politik? Kayaknya engga aku banget deh.. Wkwkwk

Advertisements
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Some Good Eats

Eat and don't worry about it

Anggriani

Bacalah! Tulislah !

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Catatan Bang Akrie

Simplicity.Humble.Joyfull

%d bloggers like this: