RSS

Monthly Archives: July 2015

Great Teacher Onizuka

Yeah! Akhirnya keturutan nonton GTO. Karena dilanda bosan waktu liburan di rumah nenek, akhirnya buka-buka film di laptop adek sepupu yang isinya manga dan dorama semua, dan nemu nonton Geat Teacher Onizuka. Ini versi remakenya di tahun 2012. Pertama kali muncul serial drama TV GTO tahun 1998 yang diangkat dari manga dengan judul yang sama. Sesuai judulnya, Great Teacher Onizuka, dan memang kebanyakan anime. manga, J-Drama yang pernah aku baca dan aku lihat seperti Detective Conan, Crows Zero, My Boss My Hero, 700 Days of Battle, ceritanya berlatar di sekolah. Untuk versi remakenya, karakter di film lebih mirip dengan yang ada di komiknya, yah meskipun terlihat kurang ganteng dibanding dengan versi GTO yang tahun 1998, tapi keren lah.

Resensi singkatnya, Eikichi Onizuka, seorang preman, anggota geng motor, yang di hari pertamanya bekerja sebagai tukang kebun di sekolah, membanting guru kepala yang suka menganggap rendah murid-muridnya hingga muridnya di-skors, mengata-ngatai murid dengan sebutan sampah, kotoran. Kejadian ini terjadi di kantin, disaksikan oleh beberapa guru, para siswa dan ibu kantin (yang ternyata direktur sekolah yang sedang menyamar). Karena tindakan “berani” tersebut, Eikichi mendapatkan tawaran dari Direktur sekolah untuk menjadi guru di sekolah tersebut. Direktur berpikir, ada hal-hal yang tidak bisa dipecahkan dengan ‘cara-cara biasa’. Eikichi yang menganggap sekolah itu haruslah menyenangkan, membuktikan pemikirannya dengan menjadi guru yang luar biasa karena tanggung jawabnya menjadi wali kelas 2-4 yang diisi dengan siswa yang luar biasa pula. Dari situ, keseruan-keseruan berawal.

Hehehe. Segitu aja sih resensinya. Ntar kalo kebanyakan jadi spoiler 😀 Tapi yang jelas, drama TV ini recommended buat ditonton. Banyak pelajaran dasar yang bisa dijadikan masukan bagaimana menjadi seorang pendidik meskipun banyak adegan ‘tiba-tiba’ yang menurutku kurang masuk akal. Belum pernah baca komiknya sih, jadi ga bisa ngebandingin dengan versi komiknya. Kalo ada yang pernah baca dan lihat filmnya, kasih komentar ya 🙂

 

Saatnya mudik

Yeay! Nanti pagi mudik. Ke Malang. Hehehe. Deket sih. Naik kereta biar ga macet. Kereta jam 06.20. Tapi berangkat dari rumah mungkin jam 04.30. Jarak tempuh 1 jam dari Gresik ke Stasiun Gubeng Surabaya. Turun di Stasiun Malang jam 08.30. Cepet. kalo ngebis ga tau deh, habisnya sering macet sekarang mah. Biasanya sih mobil. Berhubung belum ada yang bisa nyetir, pake kendaraan umum. Jadi nyesel banget dari sejak kuliah S1 disuruh belajar nyetir tapi ga belajar-belajar. Nyesel bener dah!  Mobil tua kesayangan ayah dan kesayangan semua jadi nganggur 😦 Pertama karena mobilnya guede banget jadi takut kalo bukan ahlinya yang nyetir. Kedua karena mobil tua jadi sering masalah, entah tekor aki, atau apalah itu. Dan ayah belum sempat mentransfer ilmu nyetirnya ke saya gara-gara belum les nyetir tadi. Yasudah. Mau gimana lagi 🙂

Pada mudik kemana nih? Jangan lupa cek kesiapan kendaraan pribadi, tiket, dompet dan juga barang bawaan yang akan dibawa. Semoga selamat sampai tujuan. Selamat mudik!

 
 

Pengalaman Menguji Mahasiswa

Hai Kurnia. Sesuai sapaan pertama, aku nulis post ini buat Nia 😀 Hohoho

Waktu Ida ambil surat pengajuan dosen tetap di unmuh itu, ida dapat satu pengalaman baru! Ida ikut ke dalam ruang sidang untuk menguji mahasiswa 😀 yeay! Seru aja rasanya, beberapa bulan lalu, diuji oleh dosen, dan sekarang ida ikut nguji. Ternyata kayak gini ya rasanya. Huahahaha. Dalam hati ketawa aja.

Oke, untuk mahasiswa pertama, masih semangat nih. Tapi masih malu untuk bertanya pada mahasiswa. Pertama, pengalaman pertama. Kedua, materi pengolahan citra. Seumur kuliah, Ida belum pernah dapat matakuliah itu. Nia pernah? Dari keseluruhan, ida cuma pengen ngasih masukan aja sih, slide presentasinya penuh banget. Mahasiswa masih membaca slide presentasi bukan menjelaskan presentasi. Tapi batal karena malu. Sisanya, sudah dicerca pertanyaan oleh dosen senior. Jadi, sudah cukup lah.

Mahasiswa kedua. Pengolahan citra lagi. Ida jadi belajar tentang pengolahan citra. Ida masih ga berani bertanya-tanya kepada mahasiswa. Maka Ida baca semua isi skripsi dengan teliti. Dan wow! Tata tulisnya berantakan. Sepele. Tapi banyak. Hehe. Jadi ida memberi masukan tentang itu aja, biar diperbaiki 🙂

Mahasiswa ketiga. Pengolahan citra lagi 😀 Kali ini ida bosan. Haha. Topik yang sama dengan sebelumnya, namun beda metode. Ida baca semuanya. Bukunya rapi. Tata penulisan bagus. Ida tinggal selonjoran. Mungkin memang sebaiknya sebelum menguji, baca dulu buku skripsinya dan pelajari juga isinya. Maklum, pengalaman pertama. Hehehe.

Masih banyak yang harus ida pelahari, tentu saja. Semangat! Untuk diri sendiri supaya lebih baik dan untuk lebih berguna bagi pendidikan di Indonesia 😉 Saling menyemangati ya Nia 😀

Miss you! Peluk dan cium jauh dari Ida. XOXO

 

Ragu~

Hai apa kabar? Saya lagi bingung. Hehehe. Punya pilihan bingung. Ga punya pilihan juga bingung. Manusia, dalam hal ini saya, cenderung bingung utk suatu hal yang tidak pasti, apalagi untuk masa depan. Beberapa teman pasti tahu saya akan membicarakan apa 🙂

Ya, penempatan kerja. Karena ikut Beasiswa Unggulan tahun 2012, maka, seusai lulus harus mengabdi selama 3 tahun menjadi dosen. Tahun 2012 ketika mendaftar, tidak diberikan pilihan kemana mengabdi setelah lulus. Baru untuk angkatan 2013, diberi pilihan akan mengabdi kemana setelah lulus, saya tahunya dari adik kelas yang mendaftar beasiswa yang sama (meskipun namanya berubah menjadi BPP-DN). Waktu saya ikut mengintip, ada Poltek baru di Madiun. Saya jadi kesal sendiri, wah coba kalo ada pilihan, saya pasti milih di situ, karena tentu saja, Madiun masih di wilayah Jawa Timur, masih dekat lah dari rumah (sekitar 3 jam naik kereta ditambah 1 jam ke stasiun, jadi total 4 jam perjalanan, paling cepat).

Kenapa saya ingin Poltek? Yang saya tahu, poltek adalah pendidikan vokasi. Kalo di bayanganku, poltek merupakan kakaknya SMK. Ya, SMK, tempat saya pertama kali mangajar waktu PPL. Saya jatuh cinta sama dunia SMK, terutama anak TKJ (percayalah mereka itu anak-anak yang luar biasa). To be noted, tiap anak jurusan memiliki karakteristik tersendiri di SMK jurusan TI, apakah itu TKJ, SI, MM, RPL, mereka berbeda satu sama lain!

Jadi, ketika dapat penempatan Poltek, saya suka! Di sisi lain saya meragu. Ragu sekali. Seandainya kalau ayah masih ada, saya pasti akan langsung berangkat (tidak boleh berandai-andai). Tapi situasinya berbeda sekarang. Meskipun di rumah juga ga berkontribusi banyak buat ibu dan adik, setidaknya berada di rumah bisa mengurangi kekhawatiran ibu, menjadi teman buat adik, dan menghemat uang kos dan uang makan.

Di Gresik ada 2 universitas. Waktu itu, yang buka lowongan UnMuh Gresik. Saya daftar di sana biar bisa kerja dekat rumah sambil berharap jangan ada telepon dari Madiun sebelum saya ikut tes di UnMuh. Doa saya terkabul. Saya dapat panggilan untuk tes di sana dan Poltek Madiun juga belum telepon. Seminggu setelah tes, Madiun telepon. Huahaha. Just exact as I wish. Saya meminta tambahan waktu untuk kesediaan saya mengabdi di sana karena saya menunggu pengumuman di Gresik sini. Saya dengan terpaksa merepotkan Kaprodi unmuh untuk menanyakan apakah saya ada kemungkinan diterima atau tidak. Beliau menanyakan ke pihak SDM dan belum ada jawaban. 3 hari berlalu, Pihak Poltek sudah harus melapor tentang kesediaan saya mengabdi (atau tidak) ke dikti. Keadaan yang benar-benar gambling. Kalau saya tolak, terus saya ga ketrima di unmuh, trus saya dapat penempatan dikti lebih jauh lagi, bagaimana? Kalau saya terima, trus di unmuh juga ketrima, saya harus gimana? Berpikir dan berpikir, ditambah dengan rasa haru bak epiosde drama korea, akhirnya saya mengiyakan bersedia mengabdi di sana. The safest choice that I could make.

Dua minggu dapat telepon dari unmuh, saya dapat kabar saya boleh bergabung di sana. Saya juga mengambil surat pengajuan dosen tetap untuk mengurus NIDN. Hati menjadi bimbang kembali. Ulalaa~

Well, sebenarnya… Ketika mendaftar di unmuh, entah kenapa ibu semangat sekali, tapi aku engga. Tiap nulis surat lamaran bawaannya marah terus. Berangkat masukin lamaran juga sambil marah. Mau tes juga malas belajar. Pas sesi wawancara keislaman juga. Kalo ga ingat ibu, aku paling udah nggebrak meja dan pergi gitu aja. Tapi semua aku lakukan demi ibu, demi ibu, aku harus bisa. Aku harus berusaha, ngoyoh, menahan marah. Di samping itu… Sebenarnya saya sudah mendaftar sesuai dengan persyaratan dan ketentuan, lalu tiba-tiba tetangga saya berbaik hati memanggil saya untuk datang ke unmuh (yang memang tempat beliau kerja) dan mengenalkan saya ke kaprodi jurusan saya. Saya kurang suka dengan cara yang begini. Terkesan ada unsur korupsi kolusi nepotisme (entah yang mana dari tiga itu). Idealis? Iya. Dan kalau saya masuk dengan cara yang sama, well, hipokrit sekali diri saya ini 🙂 Saya ga suka. Maaf, bukan saya tidak menghargai usaha beliau atau malah dikira sombong. Setidaknya, saya mencoba jujur kepada diri saya sendiri dan memulai dari diri saya.

Durhaka kah saya kalau saya memilih kerja jauh dari rumah? Merantau lagi? Salahkah saya kalau saya menghindari perbedaan keyakinan kecil yang akan terjadi nanti ketika saya bekerja di Gresik? 😦

Terkadang, Allah sudah mengabulkan semua doa. Terkadang, manusianya sendiri itulah yang menggagalkan doa yang telah dimintanya… Atau saya salah dalam mengucap doa?

Well, secara teknis sebenarnya saya sudah memilih bukan? Poltek Madiun… But who knows, if there is any possibility to change the decision… If I have to…

Dan selesai ditulisnya tulisan ini pun, saya masih meragu 🙂 Mau tinggal susah. Mau pergi pun takut. Entahlah… Doakan saya untuk pilihan yang terbaik. Untuk saya. Untuk keluarga saya. Untuk agama saya. Untuk masa depan saya. Aamiin.

 
 

Siang hari di Jogja di bulan Ramadhan

Hari Selasa, 30 Juni kemarin, ibu, aku dan adik pergi ke Bandung (kenapa nulis Bandung sih? Kan judulnya Jogja -_-” Kangen yaaa :v) . Bagi musafir, diperbolehkan tidak berpuasa. Tapi apalah, orang cuma ke Jogja. Naik kereta yang ada ACnya pula. Insya Allah masih kuat. Hehehe. Nyampe stasiun kepagian, jam 06.15. Padahal kereta berangkat 07.30. Begitulah kalo naik kereta sama ibu. Bisa santai-santai di stasiun. Kalo saya sendiri yang naik kereta, 5 menit sebelum kereta berangkat paling baru nyampe stasiun.

Di stasiun saya melihat ibu dan anak-anaknya makan, mereka memakai jilbab, jadi mudah untuk mengenali mereka. Mungkin mereka bepergian jauh atau berhalangan. Naik kereta jes jes jes.. Jam 10, di kereta ada ibu tua dan bapak tua memesan makanan ke petugas kereta api, sepertinya non muslim, gapapa kan makan.. Nasi Rames. Nyam! Baunya… Mantab! Bikin ngiler. Tapi wong saya sudah pernah makan. Jadi ya biasa aja. Eh, pengen juga sih.. Hehe. Anggap saja godaan. Tahan Tahan 😀

Siang jam 13.00 nyampe Jogja. Langsung meluncur ke jalan Dagen di kawasan dekat malioboro. Hotel sudah dipesan via telepon sebelumnya (iya, biasanya telepon dulu, untuk membandingkan lebih murah pesan langsung atau via web, dan kali ini lebih murah via telepon langsung hotel dari pada di wesite Pagoda). Dan wow! Jalan di sekitaran hotel banyak gerobak penjual makanan. Iya, penjual makanan. Macam nasi rames, gudeg, lalapan. Dan baru kali ini sih, liat yang jual makanan tanpa penutup, seperti ‘warung kaki’ yang sering saya temui di Gresik, Surabaya, ataupun Malang. Ekstrim banget, hahaha, batinku. Aku lebih memberi apresiasi kepada tempat makan besar macam McD, KFC dan sejenisnya yang memberikan penutup ketika siang hari di tempat makannya.

Sebenernya ga ada masalah, mau berjual makanan di pinggir jalan, yang makan di pinggir jalan juga banyak, no probs at all. Bangsa Indonesia memiliki toleransi yang tinggi. Jadi ya silakan lakukan sesuai dengan porsinya masing-masing. Supaya rukun, damai dan berkah.

 
 
The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Some Good Eats

Eat and don't worry about it

Anggriani

Bacalah! Tulislah !

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Catatan Bang Akrie

Simplicity.Humble.Joyfull