RSS

Category Archives: cerita pendek

Kopi dan Bahasa Java, dari mana asalnya?

Jadi ceritanya, suatu hari, ada seorang dosen sedang berkunjung ke ruangan. Sudah biasa kalo dosen satu saling mengunjungi ruangan dosen jurusan lain (tentu saja). Entah apa pembicaraan sebelumnya, beliau menyinggung-nyinggung tentang kopi robusta dan arabica.
“memangnya dari mana kopi abaica berasal? Kok bisa dinamakan arabica?
memangnya dari arab?”. Beliau berbicara dengan berapi-api.

Merasa gatal dengan percakapan itu, aku pun menimpali
“iya pak, kenapa dengan kopi arabica?” .

“Lah ya itu, kopi arabika, salah itu penamaannya. Kenapa disebut arabica? memangnya dari arab? kan tidak. Kopi kan asalnya dari brazil.” (atau negara mana yang beliau sebut, saya lupa, yang jelas beliau tidak menyebut Ethiopia).

Ha? Saya pun melongo. Banyak perdebatan dari mana kopi berasal. Ada yang bilang dari penggembala kambing yang berasal dari Ethiopia. Ada juga yang menyebut dari negara lain. Tapi hanya karena namanya Arabica, kan ga mesti berasal dari arab kan?

Lalu beliau menyambung,
“Sama kayak pemrograman Java, dari mana asalnya? Ga tau toh?”

Aku terdiam, ragu dengan jawaban yang aku punya, dan penasaran apakah beliau akan mengatakan kalau program java itu berasal dari… Jawa!

And he said that! Truly.
“Java itu yang bikin orang Jawa. Yang disekolahkan Pak Karno ke Luar Negeri. Yang mau pulang tapi ga bisa pulang. Sama kayak Pak Habibie. Kan banyak waktu itu mahasiswa Indonesia di Luar Negeri yang waktunya pulang tapi ga bisa pulang. Itulah makanya namanya Java dan logonya adalah cangkir kopi.”

Dzing! Saya langsung browsing detik itu juga, karena sedang berhadapan dengan laptop. Kalau seingat saya, dulu, waktu S1, dosen saya pernah bercerita, kalau Java itu dibikin oleh perusahaan Sun, dan pembuatnya suka dengan Kopi Java Arabica (atau ketika membuat sedang meminum kopi Java Arabica, saya lupa pastinya, duh gusti, manusia kok banyak lupanya).

Dan ternyata benar. Java dibuat oleh James Gosling, dari Perusahan Sun Microsystem. Beberapa versi mengatakan, ketika memberi nama bahasa pemrogramana itu, si pembuat terinspirasi dari kopi yang sedang beliau minum, (beberapa sumber menyebut dari kopi yang beliau suka).

Di situ, saya merasa bodoh sekali… Merasa bodoh, kenapa saya meragukan diri saya sendiri…

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on April 18, 2016 in catatan - catatan, cerita pendek

 

Gone

You left.

You said there was enough (insane) reason to left.

I left.

I have no (sense) reason to stay.

 

You’re gone when you and I try to make a strong cornerstone.

And I have no strength to do it by myself, alone.

 

Dear, look at the house that we’re trying to build.

It is now empty even we haven’t lived there yet.

-p.s. you know where to find if you want me to come back.

I’m leaving, too.-

White Lily

December 31th, 2012.

 
Leave a comment

Posted by on December 12, 2013 in catatan - catatan, cerita pendek

 

Ketika Ketemu Seseorang itu…

Pernah ga sih, kamu ketemu seseorang di masa sekarang, yang membuatmu lupa dengan semua sakit hatimu di masa lalu? Dan kepadanya, kamu jadi yakin, kalau kamu ga mau kehilangan lagi, kamu ga mau kehilangan dia. Kamu takut kehilangannya…

Semua pemikiranmu berubah. Kamu ga mau hidup sendiri lagi, kamu ingin bareng sama dia, karena dia sudah memberi warna dalam hidupmu, dia sudah memberi tahu dunia padamu, dan sekarang, dia adalah duniamu. Dunia yang ingin kau jaga warnanya untuk selalu tetap dan tak berubah padam.

Kamu mulai membayangkan hidup bersamanya dalam susah maupun senang. Hidup mesra, bergandengan tangan sampai nanti sampai mati, menua bersamanya. Bersama dengan anak-anak yang akan membuatmu bangga, dan cucu cicit yang lucu-lucu yang akan menghibur masa tuamu kelak.

Kamu mulai berpikir menyatukan dua kehidupan dan kebiasaan yang berbeda. Menyatukan dua keluarga besar. Namun kadang kamu takut untuk berpikir lebih jauh. Takut kalau tidak sesuai harapan. Takut ga cocok… Tapi kemudian kamu yakin, nothing to lose. Sudah saatnya memperjuangkan kebahagiaan. Kebahagiaan diri sendiri, kebahagiaan dirinya, dan yakin pula bahwa keluargamu maupun keluarganya dia juga akan bahagia…

Semua memang diawali dengan dunia. Tapi lagi-lagi kamu berubah. Bukan itu tujuannya. Hidup di dunia cuma sementara. Dan kamu mulai memikirkan akhirat. Ya, akhirat, kalau kamu percaya ada kehidupan sesudah kematian. Bahwa hidup berdua juga untuk menyempurnahkan sunnah dari Nabimu dan juga bentuk syukur atas Kebesaran Tuhan yang telah dituliskan dalam firmanNya dalam QS Ar-Rum 21 bahwa Tuhan telah menciptakan pasangan hidup untukmu supaya hidupmu tenteram dan penuh kasih sayang. Maka kamu mulai berpikir bahwa hidup berdua juga merupakan ibadah dalam bentuk yang lain…

Dan oke, sepertinya kamu sendiri tahu apa yang akan kamu lakukan selanjutnya 🙂

 
2 Comments

Posted by on November 20, 2013 in catatan - catatan, cerita pendek

 

Dear Surayah Pidi Baiq

Dear Surayah, awal mula aku tau namamu, dari teman kuliah yang membaca blog dosen yang isinya mereviu novelmu yah, yang judulnya At-Twitter. Mereka heboh sekali, sama seperti dosenku, membicarakanmu. Katanya tulisan-tulisanmu lucu, ajaib dan gila! (Klik di sini)

Dear Surayah, kalau kau tau, dosenku itu juga lucu, ajaib, dan gila! Serius yah! Aku jadi mempertimbangkan, kalau dosenku yang seperti itu saja bilang gitu, pasti novel itu juga sama lucu, ajaib dan gilanya, seperti dosenku. (Maaf Pak Budi)

Dear Surayah, tetiba teman kuliah yang sudah baca bukunya sepenggal di toko buku, yang sudah beli bukunya, menghebohkan jagad dunia persilatan pikiran dengan membicarakan bukumu, lagi. Kali ini, mereka menceritakan isinya! Lengkap dengan tawa dari mereka. Wow. Bodor yah tulisan-tulisan pendekmu, pikirku waktu itu. Lalu aku ikutan pinjem punya temen. Lalu bukunya aku rusakin, jadinya aku beli baru untuk ngegantiin buku punya temenku. Sisi positifnya? Aku jadi punya bukumu 😀 Buku pertama dengan kau sebagai penulisnya dengan cover berwarna biru yaitu At-Twitter. Yang Drunken Monster harusnya beli juga, tapi aku pinjem punya abangku aja sih. Hahaha. Nanti kalau Drunken Mama ama Drunken Molen udah ada, aku beli Drunken Monsternya sekalian. Doakan semoga aku banyak uang yah, biar bisa beli bukumu. 😀

Dear Surayah, aku udah baca Al-Asbun, tapi entah kenapa aku ga nyampe baca itu. Isinya terlalu berat untuk sekedar dibaca. Semakin kupahami pun semakin tak kumengerti. Dan aku semakin takut salah arti. Kapan-kapan diskusi ya yah. Bedah bukunya sepertinya seru yah.

Dear Surayah, soal S.P.B.U itu yah, ilustrasinya lucu. Tapi aku masih baca setengahnya. Sayang aja mau dihabisin. Jadi aku bacanya pelan-pelan.

Dear Surayah, beberapa temanku aku kenalkan padamu juga. Biar hidup mereka juga senang. Biar pikirannya terbuka. Beberapa ada yang langsung suka di detik berikutnya, beberapa biasa aja, beberapa mengagumimu dari sisi nasionalismemu saja yah. Ya itu sih hak mereka. Aku kan sedang tidak memaksa mereka untuk menyukaimu.

Tapi ada hal yang bikin sedih yah… Yang jadi renunganku. Surayah kan menulis cerita-cerita yang out of box kalau aku boleh menyebutnya. Aku takut yah. Aku takut kalau orang salah persepsi. Aku takut kalau orang salah menangkap makna di tiap kata-katamu. Aku takut kalau aku yang salah menangkap makna di tiap kata-katamu. Ada yang bilang, “Penulis buku itu memang imajinatif. Tapi imajinasinya berhenti ketika bukunya ada di tangan pembaca. Ketika buku sudah di tangan pembaca, giliran imajinasi pembaca yang bekerja”. Tidak hanya satu orang yang kutemui salah membaca dan memaknai kata-katamu. Tapi lebih yah. Aku jadi takut mengenalkanmu lagi yah… (emang dasar aku penakut >.<)

Tapi aku yakin, kalau buku itu bisa memberikan efek positif ke orang lain, memberikan efek senang dan tenang, karena hal itu berlaku untukku. Maka akan berlaku untuk teman-temanku juga. Teman adalah diri sendiri yang kedua kan yah, seperti katamu?

Dear Surayah, terima kasih! Dan terima kasih sama Allah, terima kasih telah membuat seorang Pidi Baiq menjadi ada di dunia dan menjadi satu dari sekian manusia ajaib yang pernah kutau dan kutemui. Surayah, kutunggu tulisan-tulisan ajaibmu selanjutnya! 🙂

Aku sayang samamu yaaahh! Yeaahh! Hidup pak haji!

 
Leave a comment

Posted by on November 16, 2013 in catatan - catatan, cerita pendek

 

Tuan Masa Lalu

Dia datang lagi! Bagian dari  sejarah yang sudah empat putaran kali tiga ratus enam puluh lima hari tertutup. Kalau kau tanya apa yang terjadi sebelum masa itu, aku juga sudah menutupnya. Terlalu banyak kejadian yang meyesakkan kepala di tahun- tahun berikutnya membuatku lupa dengan masa lalu. Tapi bukankah tidak perlu lagi mengingat-ingat masa lalu jika memang tidak diperlukan? Aku pikir aku cuma manusia yang hidup di masa sekarang dan merupakan susunan dari banyak kejadian di masa lalu. Jadi biarkan saja masa lalu seperti namanya. Lalu kemudian berlalu.

Tapi entah sejak kapan dia datang. Aku pun tak merasakan kehadirannya hingga tiba-tiba dia muncul di hadapanku.

“Apa kabar?” Tuan masa lalu bertanya kepadaku di suatu malam.
“Baik, seperti yang bisa kau lihat sekarang” jawabku sambil mengangkat bahu.
“Apa kabar aku sekarang?” Dia pun bertanya tentang keadaannya.
“Sudah moved on, tentu saja. Sudah lama sekali berlalu” Jawabku sambil tertawa.

Tapi dia tidak tertawa. Dengan seksama dia mendengar getar tawaku dan mencari mataku.
“Bohong.” Singkat saja dia mengomentari.
“Maksudmu? Tentu saja aku sudah moved on darimu, masa lalu.” Tawaku terhenti.
Your eyes don’t lie. I know that eyes for years” Kata masa lalu yang matanya menatap mataku lekat-lekat sejak tadi.
“Tentu saja kau bisa salah mengartikan. Lihatlah baik-baik” Aku menantangnya, menatap mata masa lalu dan membukanya lebar-lebar sambil kuangkat kedua alisku.

Masa lalu malah tidak melihatnya. Dia melihatku sekilas kemudian tertawa. Tawa khasnya, yang selalu menunjukkan bahwa dia menang. Dia selalu menang seolah-olah dia pemain utama dengan nyawa tanpa batas dalam sebuah game.

Tiba-tiba dia menyentuh tanganku, mengajakku berputar meninggalkan sekarang dan kembali ke waktu sekarang bersamanya. Aneh. Kupikir dia akan mengajakku kembali ke masa lalu, memaksaku mengingat kejadian dulu.

“Kau masih saja terlalu lemah, terlalu mudah untuk mengajakmu berputar melewati waktu untuk kembali bersamaku dan meninggalkan masa sekarang.” Dia berkata dengan nadanya yang serius, kecewa.

“Tapi aku berusaha meninggalkanmu, tentu saja. Lihat. Aku selalu berdiri, tidak lagi memikirkanmu, bahkan menanyakanmu. Aku cuma menyimpanmu di sudut hati. Jadi seberapapun aku menyembunyikanmu, menghindarimu, kau masih saja ada. Tapi tak perlu khawatir, aku akan baik-baik saja. Aku akan melewatkanmu meski sesekali mungkin akan teringat denganmu. Wajar kan? Karena aku ingin memaafkan diriku sendiri, aku ingin memaafkanmu. Aku ingin berdamai denganmu, aku ingin bisa berteman denganmu, masa lalu. Agar jika suatu hari kita ketemu, kita akan saling tersenyum dan tertawa bahagia. Agar kamu selalu indah untuk kukenang.” Aku tersenyum kepadanya menjelaskan

“Bagus. Kau sudah mendewasa rupanya.” Diapun tersenyum, senang.
“Aku pergi dulu ya… Sesekali aku akan mengunjungimu. Dan ketika aku datang lagi dalam bentuk memori, aku ingin kau selalu tersenyum.”  Lanjutnya.
“Tentu saja, bahkan mungkin aku akan tertawa sesekali saat kau berkunjung.” Timpalku.

Dia kemudian pergi lagi. Aku membereskan hasil makanan dan minuman yang sedari tadi yang tak disentuhnya karena terlalu asyik bercengkrama. Aku mulai menata hati ketika dia pergi. Hal yang sulit tapi memang harus dilakukan. Agar ada tempat untuk masa sekarang dan masa depan.

Mungkinkah masa lalu menjadi masa depan? Di dunia ini tak ada yang tak mungkin kan? Tapi ketika masa lalu datang kembali di masa depan, namanya bukan lagi masa lalu… Tetapi…

 
Leave a comment

Posted by on November 11, 2013 in catatan - catatan, cerita pendek

 
 
The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Some Good Eats

Eat and don't worry about it

Anggriani

Bacalah! Tulislah !

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Catatan Bang Akrie

Simplicity.Humble.Joyfull