RSS

Category Archives: info ringan

Susu Homogenisasi, Susu Pasteurisasi dan Susu UHT

Dari pengalaman belanja yang selalu melihat dan menimbang harga (emak-emak banget ya!), agak heran waktu melihat susu Greenfields harganya 15ribu. Eh, bukannya Greenfields itu harganya 29ribu ya? Kalo diskon biasanya 25. Kok ini murah banget? Dan herannya, kok ini disimpan di rak biasa di suhu ruangan? Bukannya Greenfields selalu disimpan di lemari pendingin? Apa bedanya? Masa iya yang 15rb ini KW? Atau nama merknya diplesetin ya? Karena emang merk yang satu ini rasa susunya gurih makanya hafal dengan susu merk ini, di samping warung kopi tempat saya numpang baca-baca juga pakai susu ini. Saking penasarannya, saya lalu mengambil kotak di suhu ruangan untuk dibedakan dengan kotak yang di suhu pendingin. Logonya bener kok. Tulisannya juga ga diplesetin. Lalu saya membaca di bawahnya lagi. Yang di suhu ruangan bertuliskan “Susu UHT” dan yang di suhu pendingin tulisannya “Susu Pasteurisasi”. Ha? Beda ya? Lalu saya mampir ke warung kopi dan kebetulan baristanya udah ce-es sama saya. Pas nuang susu di tumbler, saya lalu melihat jenis susunya. Di situ tertulis “Homogenised and Pasteurised milk”. Pas aku balik kotaknya, malah huruf Cina bukan bahasa Indonesia. Lah? Apa lagi itu Homogenised and Pasteurised milk? *Harusnya aku juga nyari label halal ya, karena tulisannya huruf asing tersebut, cuma ga kepikiran waktu itu*.

Akhir-akhir ini baru sempat browsing jenis-jenis pengolahan susu, saya akan merangkumnya di tulisan kali ini…

  1. Susu Homogenisasi. Susu mengalami proses homogen yang bertujuan menyebar percikan lemak susu (globula) merata pada cairan dan juga menyeragamkan bentuk globulanya.. Susu ini rasanya gurih. Biasanya dikombinasikan dengan proses pasteurisasi.
  2. Susu Pasteurisasi. Susu yang telah mengalami proses pemanasan hingga suhu tertentu selama waktu tertentu. Rasa susunya juga gurih. Sumber yang saya baca menuliskan 62 – 65 C selama 20 menit (Long Temperature Long Time) atau 85 – 95 C selama 1 – 2 menit (High Temperature Short Time).
  3. Susu UHT. Susu yang mengalami pemanasan dengan suhu yang lebih tinggi dari pasteurisasi (di atas 100 C) dengan waktu yang lebih sedikit. Semakin tinggi suhu pemanasan, semakin cepat waktu pemanasan. Rasanya tidak segurih susu pasteuriasi. Sumber yang saya baca menyebutkan 135 -155 C selama 1-2 detik. Ada juga yang menyebutkan 137 C selama 0,5 detik.
  4. Susu Skim. Susu skim mengandung protein tapi kehilangan lemak dan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak. Susu skim mengalami proses pemisahan lemak susu dari susu full cream. Rasanya tidak segurih susu pasteurisasi.

    Masih ada susu kental, susu krim, susu bubuk. Tapi saya membahas susu yang cair saja 😀

 

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on April 7, 2015 in catatan - catatan, info ringan

 

Cantiknya Terarium

Pernah dengar istilah terarium? Yang seperti ini niiihh

bag_end_terrarium_in_a_fish_bowl_by_corelliacutie-d63st8v

sumber: corelliacutie.deviantart.com

 

 

Kalo udah liat gambarnya, pasti udah tau. Iya, terarium -kebun mini di dalam sebuah gelas atau fish bowl (akuarium ikan yang berbentuk mangkuk) menjadi tren dewasa ini. Kegiatan berkebun menjadi kegiatan yang menyenangkan buat pecintanya. Hasil kecantikan berkebun pun dapat dinikmati oleh banyak orang. Nah, terarium, alias kebun mini ini menjadi alternatif bagi pecinta berkebun tapi tidak punya cukup waktu dan tempat di luar rumah. Kebun mini ini juga menjadi alternatif yang menarik bagi orang-orang yang ingin mencuri alam agar bisa masuk ke dalam rumah dan adanya sentuhan hijau di dalam rumah. Karena mungil dan cantik, terarium bisa diletakkan di ruang tamu, meja kerja atau meja belajar, hingga meja makan. Dan tentu saja, tidak sekotor jika kita menaruh pot ke dalam ruangan.

Asal mula terarium ternyata dibuat secara tidak sengaja oleh Dr. Nathaniel Ward, dokter dan botanis amatir Inggris di tahun 1800an. Setelah mengumpulkan kepompong dan sampel tanaman, ia menempatkan kepompong dalam botol kaca tertutup. Beberapa hari kemudian, Ward melihat bahwa ada tanaman kecil yang tumbuh di stoples, di samping kepompong. Terpesona dengan apa yang dilihatnya, dia mulai membangun terrariums untuk mempelajari ekosistem dalam miniatur

Untuk membuat terarium, silakan baca lebih jelas di sini (baca: a garden in a glass) dan juga di sini (baca: how to make a terrarium). Nanti aku tambahkan di postingan ini lain waktu. 😉

 
Leave a comment

Posted by on February 25, 2015 in catatan - catatan, info ringan

 
 
The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Some Good Eats

Eat and don't worry about it

Anggriani

Bacalah! Tulislah !

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Catatan Bang Akrie

Simplicity.Humble.Joyfull