RSS

Category Archives: Renungan orang lain

teman (3)

Life doesn’t give you the people you want,
it gives you the people you need,to help you, to hurt you, to love you, to leave you,
and to make you into the person you were meant to be.

Nemu kutipan ini di meja Pak Y.. 😀
Jawaban dari semua kejengkelan terhadap orang-orang yang membuat diriku tak habis pikir dan gemess >,<

Barangkali bukan masalahnya, tapi caraku menghadapi masalah tersebut. Itu! 🙂

Advertisements
 

Doa Anak Sholeh

“Rasulullah SAW bersabda: Ketika anak adam meninggal, maka terputuslah semua amalan-amalannya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak-anak sholeh yang mendoakan kedua orangtuanya.” (HR Tirmidzi)”

Saya selalu takjub dengan orang-orang. Kadang dengan saya duduk terdiam, orang bisa bercerita banyak hal, renungan-renungannya. Saya suka itu!

Sore itu, saya duduk bersama kawan lama, di warung penjual martabak. Martabak bihun. Kami memesan menu yang sama, favorit kita. Martabak telor, tahu, usus, porsi jumbo. Rupa-rupanya kami adalah pembeli terakhir. Karena setelah itu, pembeli yang datang ditolak oleh ibu penjualnya. Namanya Mbak Ti. Begitu kawanku menyebut beliau. Sambil membuatkan pesanan kami, beliau bercerita, hari ini beliau sendirian, tidak dibantu anak beliau yang sekarang sudah bekerja. Hari yang melelahkan dengan banyaknya pesanan. Entah apa prolog ceritanya, aku lupa, kemudian beliau bercerita. “Emak iki wis tuwek, kerjo sampe bengi. Emak iki ga njaluk opo-opo. Pokoke lek emak wis ga ono, emak mek njaluk kiriman dungo. Mek iku thok. Lah iyo, saiki direwangi kerjo koyok ngene, moso yo lek emak wis ga ono, arek-arek sampe lali karo aku.” Intinya, ibu itu bercerita, kalau beliau sudah tua, sudah bekerja seperti ini sampe malam, beliau tidak mengharap apa-apa terhadap anak-anaknya. Beliau cuma berharap dengan kerja seperti ini, ketika beliau tidak ada, beliau cuma berharap jangan lupa untuk selalu dikirim doa. Hening diantara kami… Kemudian ada tetangga depan rumah beliau datang, mengajak ngobrol, memberi beliau oleh-oleh dari luar kota.

Ketika pulang, kawan lamaku juga bercerita,”Iya, teman kerjaku yang sudah senior juga berkata begitu. ‘Saya ini tidak investasi apa-apa. Saya cuma investasi anak. Berharap nanti anak-anak saya mengirimkan saya doa ketika saya tidak ada.’” Begitu kurang lebih kata kawan saya, dia kutip dari teman kerja seniornya.

Kadang melakukan refleksi diri… Diantara semua harapan dan mimpi saya, saya ingin jadi anak sholehah, menjadi manusia yang lebih baik. Supaya doa saya yang saya kirimkan kepada almarhum ayah, diijabah oleh Allah, doa saya terhadap kebahagiaan ibu saya juga diijabah oleh Allah. Di situ saya ingat untuk menjauhi dosa, yang terkadang saya khilap.. 🙂

 
 

Bincang-bincang dengan Dosen Pembimbing

Aku selalu suka tiap dosen pembimbingku ngobrol panjang lebar. Aku selalu dapat pengetahuan baru. Maklum, aku masih minim pengetahuan dan pengalaman, yang aku lihat, aku pikirkan dan aku perbincangkan juga itu-itu aja sudut pandangnya. Tapi ketika sesepuh yang berbicara… That would be different 😀

So excited sama apa yang beliau bicarakan. Selalu saja dengan kalimat pembuka yang tak terduga-duga dan berbuntut panjang lebar. Apa ya tadi kalimat pembuka dari beliau? Oh ya, “saya sebel dengan ramainya berita akhir-akhir ini. Kayak orang bego” . Yang beliau maksud ternyata ya apalagi kalau bukan hilangnya pesawat AirAsia QZ8501. Yah, mungkin kita sering dengar ya, tim pencarian yang awalnya maju untuk mencari di tengah laut, lalu tiba-tiba mundur karena ombak setinggi 4 meter. Padahal tim Basarnas sebelumnya sudah mengecek foto satelit kalau keadaan laut aman untuk dilalui. Komentar beliau “Aneh. Kayak kita ga punya BMKG aja. Mana bisa tinggi ombak bisa dilihat dari atas? Foto satelit kan ngambilnya dari atas. Harusnya untuk tahu yang seperti ya pake radar cuara. Nah masalahnya, saya browsing-browsing, kita ga punya radar cuaca di darat. Radar cuaca itu adanya cuma di Bandara. Padahal kalo di negara Amerika sana, punya radar cuaca di banyak titik. Radar cuaca memang adanya di Bandara. Penting. Untuk tahu cuaca di tempat asal untuk berangkat dan tahu cuaca di tempat tujuan untuk landing. Masa iya yang disalahkan pesawatnya? Kayak orang buat pesawat ngasal aja, ga pake ilmu dan ga tahu tekniknya. Yang buat pesawat kan sudah memperhitungkan, bagaimana kalau ada petir, bahkan pesawat di negara 4 musim, sayap pesawat sudah memiliki sistem untuk menghindari icing ketika suhu berubah terlalu ekstrim.” Beliau juga mengatakan “mana ada awan Cumulous Nimbus yang disalah-salahkan. Kan tiap terbang juga masuk ke awan. Ga ada masalah sama awan. Mereka cuma ga bisa awas aja sama storm cell. Nah, untuk tahu storm cell, pilotnya harus selalu komunikasi dengan bandara.” Wah.. Ga tau deh. Hehehe. Dikit-dikit nangkep. Yang bisa kutangkap yang kutulis, kalo ga jelas, aku hilangkan, daripada aku salah dan jadi mispersepsi. Jadi lebih bahaya…
Fyuh….

 

Hidup Cuma Titipan

“Hidup itu cuma titipan”

Hari ini salah satu benjolan yang mengalami peradangan, pecah dan keluar nanah. Sudah sebulan juga radang. Minum antibiotik? Sudah. Obat anti radang? Belum. 😀 Karena aku terlalu takut, aku ke poli umum unit rawat luka. Setelah luka dibersihkan, cairan dikeluarkan, sama dokter dirujuk ke dokter spesialis bedah umum. Entah kenapa setelah hasil FNAB keluar, dokter umum menyarankan ke dokter bedah. Sudah sejak sebulan kemarin sih. Tapi aku masih harus bolak-balik Gresik – Bandung, Bandung – Tangerang, Gresik – Tangerang. Terus terang aku lelah dengan hal ikhwal riwa-riwi (mondar-mandir) macam ini (aku aja lelah, gimana dengan ibuku yang selalu mengantarkan aku? Semoga Ibu selalu sehat dan kuat ya Allah. Aamiin). Dan akhirnyalah aku ketemu dokter bedah hari ini.

Si dokter bedah sedikit marah-marah mengetahui selama ini aku berobat herbal. Katanya “Obat herbal sih boleh saja. Tapi yang primer harus tetap jalan. Masa ga di kemo? Ya sudah nanti ke dokter spesialis penyakit dalam saja”. Diberitahu pula lah aku supaya berpikir ilmiah. Apalagi ibu menyebut almamater sekarang. Tambah panjang. ~.~ “Masa iya ga bisa berpikir ilmiah? Kamu kuliah belajar apa? Harusnya bisa mengedepankan ilmiah. Memangnya ada obat herbal yang sudah dilakukan riset secara internasional. Kamu kan, maaf ya, lebih pintar dari ibumu, ya untuk urusan yang macam ini”. Ibu mulai menjelaskan kenapa selama ini aku belum juga menyentuh kata “kemo”. Waktu Bulan Januari lalu, mellhat fisikku yang sangat ngedrop, dengan di-kemo, takut badanku lebih drop lagi, muntah-muntah, ga bisa makan. Terlebih lagi, semua benjolan ini observasinya panjaaaang dan lamaaaa. Aku juga takut di-kemo. “Hidup ini cuma titipan. Kita ga bisa semau kita sendiri. Iya kalau semua punya kita sendiri kita bisa semau kita”. Agak deg! juga denger kata-kata dokternya.

Aku tahu maksud dokter itu baik. Tapi dengan kata-katanya, yang juga melecehkan bunda, aku jadi naik pitam juga waktu di rumah (lemot banget). Bunda udah mengupayakan yang terbaik, tentu saja. Semua pengobatan, semua terapi sudah diupayakan. Bunda yang merawatku sejak kecil, yang tau aku. Kenapa dokternya menyebalkan sekali?

-Untuk semua teman-teman dokter yang membaca postingan ini, maafkan aku kalau kata-kataku salah.

Iya, hidup ini memang titipan. Kadang aku suka lupa. Berbuat semaauku. Memforsir sekuat tenaga tubuhku. Hingga aku tak menjaga nikmat yang sudah dititipkan. Mengabaikan rasa sakit. Sekarang aku sadar arti “hidup ini memang titipan”. Bismillahirrahmanirrahim. Semoga sekarang aku bisa menjaganya. Love you mom!

Heran sama bunda. Semua cobaan datang menimpa bunda tentang aku, tentang ayah, bunda masih saja bisa tertawa. Kuat banget sih Bun. Kau benar-benar tawakkal.. Iri aku samamu. Aku akan berjuang untukmu. Aku akan selalu kuat. Love you Bun 🙂 Love you more…

 
 

What Maturity Is

What Maturity is – According to Ann Landers

  • Maturity is the ability to control anger and settle differences without violation or destruction
  • Maturity is patience, the willingness to pass up immediate pleasure in favor of the long term gain
  • Maturity is perseverance, sweating out a project in spite of opposition and discouraging setbacks
  • Maturity is unselfishness, responding to the needs of others
  • Maturity is the capability to face unpleasentness and disappointment without becoming bitter
  • Maturity is humility. A mature person is able to say “I’m wrong.” He is also able to say, “I am sorry.” And when is proved right, he does not have to say “I told you so.”
  • Maturity means dependability, integrity, keeping one’s word. The immature have excuses for everything. They are chronically tardy, the no shows, the gutless wonder who fold in a crises. Their lives are a maze of broken promises, unfinished business and former friends.
  • To be mature means to act spontaneously, free from preconceived notions and the compulsion to be perfect and correct.

Ann Landers – Columnist

Diketik kembali,
Bandung yang mengantuk
30.10.13 11.10 pm
(sambil dengerin Sheila on 7 – Alasanku
“Kau alasanku untuk dewasa.
Dan aku tak ingin kau terluka.
Segenap jiwa akan kujaga keindahanmu”)

 
 
 
The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Some Good Eats

Eat and don't worry about it

Anggriani

Bacalah! Tulislah !

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Catatan Bang Akrie

Simplicity.Humble.Joyfull