RSS

Monthly Archives: July 2013

Lelaki dengan Luka

Lelaki itu masih berjalan di bawah hujan
Berpisah arah dengan perempuan yang tadi disampingnya
Langkahnya lurus dan pasti dengan kepala menghadap ke depan
Siapapun yang melihat akan tahu, ia sedang menahan pedih
Pedih yang sama akan perngorbanan cinta hari ini

Tentang cintanya yang tak direstui
Cinta terbaik dalam hidupnya yang harus pergi dan membawa hatinya serta
Menjadikan harinya penuh pura-pura dalam bahagia yang terluka
Demi menjaga hati orangtua yang sangat dicintainya, demi baktinya
dan lepas pasrah dalam guratan takdir pada satu cinta, kelak

Dan suatu hari nanti, cintanya akan ketemu lagi. Pasti.

Advertisements
 
 

Perempuan dengan Luka

Maka untuk sekali ini saja,
perempuan itu melepaskan tanpa ragu ikatan tangannya pada payung yang sedari tadi dipegangnya erat-erat.
Ia berdiri di tepi lapangan, melihat anak-anak berlarian dengan lincah di bawah hujan sambil mengoper bola plastik di kaki mereka secara bergantian.
Tawa kecilnya pecah ketika melihat anak kecil terjatuh karena alas yang licin karena air hujan.
Ia tertawa bersama anak-anak lainnya yang juga serentak tertawa melihat temannya meringis kesakitan dan menahan malu.

Read the rest of this entry »

 
 

Sepenggal lirik dan sepenggal cerita

No, I can’t take one more step towards you
‘Cause all that’s waiting is regret
Don’t you know I’m not your ghost anymore
You lost the love I loved the most

Ah barangkali aku saja yang terlalu bodoh. Menantimu dan tersia-sia. Kamu pasti tak sesedih aku, tentu saja. Kamu masih punya banyak cadangan. Dan sayangnya aku tidak. Karna aku bukan kamu. Aku bukan cadangan untuk hatimu lagi sekarang. Kamu telah kehilangan cinta yang paling aku cinta, cintaku buatmu.

I learned to live half alive
And now you want me one more time

Setelah aku hidup dalam separuh nafas yang terengah-engah memanggil namamu, kau datang lagi memintaku kembali.

Read the rest of this entry »

 
 

17.7.2013 00.50

Selamat pagi Bandung sayang. Semoga Allah memberiku kesempatan untuk tinggal 3 tahun lebih lama setelah 2 tahun kuliah. Aamiin. Ahh tapi aku juga ingin Jogja sebagai destinasi belajar hidup berikutnya. Letaknya di tengah, tak terlalu jauh dari rumah. Entahlah. Ya Allah, kupasrahkan padaMu, Engkau selalu tahu yang terbaik untukku dan untuk kami semua.

Selamat pagi Bandung sayang. Duhai, semoga dinginmu tak lagi menusuk tulang-tulang mudaku pagi ini. Aku bisa bersin-bersin kalo kedinginan. Tahulah, aku tak suka terlalu kedinginan. Yang hangat-hangat saja nah. Eniwei, selamat merebah lelah. Semoga esok bisa bangun sahur. Hahaha.

Salam.

 
 

7 Ramadhan 1434

Ada banyak golongan dalam Islam. Keterbatasan pengetahuan saya hanya mampu menyebutkan beberapa karena saya mendapatkan cerita dan keterangan dari buku yang masih bisa dihitung jari dan hasil bertukan pikiran dengan beberapa kepala. Makanya saya agak jaga jarak dengan ustad “new comers” karena itu berarti saya harus menyaring apa yang beliau katakan sesuai dengan (keterbatasan) pengetahuan tentang Islam yang saya pelajari selama SD, SMP, SMA, kuliah, dan sampai sekarang. Saya menghargai perbedaan tentu saja, asalkan ajaran tauhidnya sama, sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dan jangan ajak saya berdebat karena saya akan merasa tidak nyaman dan diam saja sambil merutuk dalam hati dan merenung.

Hari ini, saya tarawih di masjid terdekat dari kosan. Sebenernya udah Isya’an di kosan karna pasti ketinggalan kalo ikutan jama’ah. Pas nyampe masjid, eh ternyata pas bagian dengerin ceramah Pak Ustadz. Terus terang aja, kalo di musholla deket rumah di Malang, bagian ini adalah bagian yang selalu saya lewatkan karena ga suka ama gaya ceramahnya yang sungguh sangat menggurui sekali. Tapi Pak Ustadz ini beda. Pertama karena beliau menyebutkan “Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam”. Wow. Sejak di sini, saya jarang ada orang menyebutkan kalimat dengan format tersebut. Saya jarang mendengar imam melafalkan wirid *kecuali di Masjid Agung Bandung”. Tapi Pak Ustadz ini beda. Langsung naiklah respek saya ke beliau 🙂 Tak hanya itu saja, Pak Ustadznya gaul! Dan lucu! Pemilihan kata di tiap kalimatnya pas sehingga menghasilkan rima yang enak didengar (bah, macam puisi saja ya). Meskipun saya sebal karena Pak Ustadz ini memakai Bahasa Sunda lebih banyak ketimbang Bahasa Indonesia. Miris tapi untung saya paham 70% yang beliau katakan, dari menebak arti sebelumnya dan memang beberapa kosakata sunda saya sudah ada di kepala 😀

Read the rest of this entry »

 
 
 
The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Some Good Eats

Eat and don't worry about it

Anggriani

Bacalah! Tulislah !

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Catatan Bang Akrie

Simplicity.Humble.Joyfull