RSS

Embun pagi dan Bulan sabit

09 Jun
  • Kutulis embun di ujung pagi
  • Ketika bayangmu tak lagi dapat kutemui
  • Adakah salahku yang tak dapat kau maafkan
  • Yang membuatmu pergi tanpa tanda
  • Kutulis embun di ujung pagi
  • Untuk semua tawa yang telah dilalui
  • Untuk semua pertengkaran kecil yang tak berarti
  • Tidakkah kisah itu ingin kau ulangi
  • Kutulis embun di ujung pagi
  • Bersama sisa bulan sabit yang melengkung genit
  • Kau membuatku akrab dengan rindu
  • Dan dengan tanya yang sama. Kapan rindu ini ketemu empunya.
  • Kutulis embun di ujung pagi
  • Untukmu yang senang duduk menikmati senja
  • Barangkali itu yang membuat kita tak pernah ketemu
  • Kesenanganmu pada senja. Dan kecintaanku pada pagi.
  • Kita selalu menanti di waktu yang berbeda
  • Yang tak tahu di mana ujungnya
  • Kutulis embun di ujung pagi
  • Barangkali masih ada cinta di sana
  • Maukah kau duduk di sini melukis pagi
  • Hingga tiba senja yang kau sukai
  • Dan kita masih tetap setia bersama sang bulan
  • Belajar mengeja cinta mengurai rindu merenda tawa
Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 9, 2017 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Some Good Eats

Eat and don't worry about it

Anggriani

Bacalah! Tulislah !

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Catatan Bang Akrie

Simplicity.Humble.Joyfull

%d bloggers like this: